Marta

0
483

Oleh : AP

Lukas 10:39-42 (TB) Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”
Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

Perenungan
Apa yang terjadi ketika seorang kakak perempuan sibuk melayani Sang Raja yang sedang berkhotbah sedangkan sang adik asik duduk dekatNya mendengar dan Diam dekat Nya?
Kesal …Marah…Minta keadilan kepada Tuhan…menganggap adik perempuanntnya itu malas …tidak mau membantu mempersiapkan jamuan dan tidak peduli kesibukan yang ia lakukan sendiri saja.

Apakah Marta salah dalam hal ini?

Menarik ketika Marta komplain kepada Yesus…Yesus memberikan jawaban penuh Kasih yang tidak terduga…
Marta …Marta …engkau:

  1. Terlalu kuatir akan banyak Hal..
    (merimnao)
    Kekuatiran Marta membuat Marta terdistraksi dari hal-hal penting yang sedang disampaikan Yesus kepada murid-muridNya.
    Terdistraksi oleh banyak hal (kesibukan, persiapan bahkan pelayanan) membuat Marta lupa bahwa mendengar Firman Tuhan lebih penting dari makanan, minuman, fasilitas yang diperlukan.
    Mungkin Yesus pun tidak terlalu menuntut hal-hal jasmani dari Marta untuk melayaniNya dan murid-muridNya.

Kekuatiran hidup sering mendistraksi pengiringan kita kepada Tuhan sehingga dijauhkan dari Firman Tuhan.

  1. Terlalu panik
    (thorubeo) … terganggu begitu rupa sehingga tidak bisa berfikir dengan sehat.
    Sepertinya kebiasaan Yesus saat itu banyak perempuan-perempuan yang ikut mengiring Dia…sehingga Marta tidak harus menuntut Maria membantunya saat itu.
    Atau mungkin ada tetangga atau ibu-ibu lain yang sebenarnya membantu Marta walaupun memang mereka sibuk melayani mempersiapkan jamuan dan lain halnya.
    Marta mungkin memakai bahasa hiperbola yang terlalu melebih-lebihkan sesuatu dengan mengatakan ia hanya bekerja seorang diri.

Mungkin waktu yang sempit membuat Marta dan banyak orang percaya terburu-buru dan merasa tertekan dan terbebani oleh target yang harus dicapai. Dan hal-hal tersebut membuat pikiran menjadi kuatir dan panik sehingga membesar-besarkan masalah.

  1. Marta kehilangan momen terbaik dari Yesus.
    Yesus mengatakan Maria telah ‘memilih’ bagian yang terbaik.
    Banyaknya masalah dan kepentingan kadang membuat orang percaya melepaskan bagian terbaik dalam hidup ini yang tidak akan pernah kembali lagi.
    Maria tahu Yesus akan mati dan ia tahu mungkin ia tidak akan bertemu dengan Yesus lagi…mungkin ini khotbah Yesus terakhir yang bisa ia dengar.

Mungkin Yesus lebih suka semua orang tinggalkan semua kesibukan fisiknya dan diam sejenak mendengarkan dan merenungkan Firman Nya untuk sesaat karena mungkin Firman ini adalah yang terakhir kita yang bisa kita dengar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here