Kebenaran

0
412

Oleh : AP

Ayub 31:1, 5-6, 13, 16-17, 24, 26-27, 29, 32, 39 (TB) “Aku telah menetapkan syarat bagi mataku, masakan aku memperhatikan anak dara?
Jikalau aku bergaul dengan dusta, atau kakiku cepat melangkah ke tipu daya,
biarlah aku ditimbang di atas neraca yang teliti, maka Allah akan mengetahui, bahwa aku tidak bersalah.
Jikalau aku mengabaikan hak budakku laki-laki atau perempuan, ketika mereka beperkara dengan aku,
Jikalau aku pernah menolak keinginan orang-orang kecil, menyebabkan mata seorang janda menjadi pudar,
atau memakan makananku seorang diri, sedang anak yatim tidak turut memakannya
Jikalau aku menaruh kepercayaan kepada emas, dan berkata kepada kencana: Engkaulah kepercayaanku;
jikalau aku pernah memandang matahari, ketika ia bersinar, dan bulan, yang beredar dengan indahnya,
sehingga diam-diam hatiku terpikat, dan menyampaikan kecupan tangan kepadanya,
Apakah aku bersukacita karena kecelakaan pembenciku, dan bersorak-sorai, bila ia ditimpa malapetaka
— malah orang asing pun tidak pernah bermalam di luar, pintuku kubuka bagi musafir! —
jikalau aku memakan habis hasilnya dengan tidak membayar, dan menyusahkan pemilik-pemiliknya,

Perenungan
Apa yang Ayub lakukan menunjukkan integritas nya sebagai orang Benar.
Ia melakukan seperti apa yang Hukum Taurat perintahkan.
Adapun beberapa kualitas seorang Ayub:

  • Setia pada pasangannya
  • Tidak menahan upah buruh
  • Mengingat anak Yatim dan Janda miskin
  • Tidak mengandalkan kekayaan nya
  • Tidak menyombongkan diri
  • Tidak mencuri milik orang lain
  • Membuka pintu untuk pendatang
  • Tidak mensyukuri kemalangan orang lain

Penerapan
Apa yang Ayub lakukan adalah Hukum Kasih kepada Manusia.
Dalam Taurat ia melakukan dengan baik seluruh hukum keempat sampai ke sepuluh.
Bahkan ia hampir sempurna melakukan hukum pertama dan kedua.

Jika ada yang seperti Ayub di zaman ini tentunya ia bisa memegahkan dirinya sebagai orang saleh.

Hanya satu yang kurang di mata Tuhan…Ayub belum mengenal Tuhan secara pribadi.
Hal ini yang sering diabaikan manusia…manusia merasa sempurna bila sudah melakukan Taurat tetapi sesungguhnya ia belum bertemu Tuhan muka dengan muka seperti Musa.

Kesimpulan: Kenallah Tuhan secara pribadi maka kesalehan manusia akan menjadi sempurna.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here