Sadar Diri

0
123

Oleh : AP

Pengkhotbah 12:1-7, 13-14 (TB) Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: “Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!”, sebelum matahari dan terang, bulan dan bintang-bintang menjadi gelap, dan awan-awan datang kembali sesudah hujan, pada waktu penjaga-penjaga rumah gemetar, dan orang-orang kuat membungkuk, dan perempuan-perempuan penggiling berhenti karena berkurang jumlahnya, dan yang melihat dari jendela semuanya menjadi kabur,
dan pintu-pintu di tepi jalan tertutup, dan bunyi penggilingan menjadi lemah, dan suara menjadi seperti kicauan burung, dan semua penyanyi perempuan tunduk, juga orang menjadi takut tinggi, dan ketakutan ada di jalan, pohon badam berbunga, belalang menyeret dirinya dengan susah payah dan nafsu makan tak dapat dibangkitkan lagi — karena manusia pergi ke rumahnya yang kekal dan peratap-peratap berkeliaran di jalan, sebelum rantai perak diputuskan dan pelita emas dipecahkan, sebelum tempayan dihancurkan dekat mata air dan roda timba dirusakkan di atas sumur, dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.
Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.
Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat.

Perenungandan Penerapan
Pengkhotbah memberi suatu gambaran bahwa waktu begitu cepat berlalu.
Serasa baru kemarin anak kita masih kecil-kecil sekarang sudah selesai kuliah dan akan menikah, serasa baru kemarin merintis pekerjaan sekarang sudah pensiun dan memiliki banyak cucu.

Demikianlah kehidupan kita seperti terburu-buru waktunya dan tiba kesudahannya.

Karena itu Pengkhotbah pasal 12 dibuka dengan ingatlah akan Penciptamu dan ditutup dengan Allah akan meminta pertanggungjawaban atas kehidupan kita selama di dunia.

Pengkhotbah mengingatkan agar kita hidup bijaksana dan takut Tuhan.
Jangan anggap masih banyak waktu… karena tiba-tiba semua menjadi semakin tua, telinga semakin tuli, tangan gemetar dan kaki lemas…hanya kenangan yang masih tinggal.

Sadar diri bahwa Tuhan menempatkan kita di bumi untuk menjadi agen Kerajaan Allah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here