Barangsiapa Mau Melakukan Kehendak Tuhan, Ia Akan Tahu……

0
328

Oleh : IL

(BE Yohanes 7:15-24)

Maka heranlah orang-orang Yahudi dan berkata:
“Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar!”
Jawab Yesus kepada mereka:
“Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.
Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.
Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya.
Bukankah Musa yang telah memberikan hukum Taurat kepadamu?
Namun tidak seorang pun di antara kamu yang melakukan hukum Taurat itu.
Mengapa kamu berusaha membunuh Aku?” Orang banyak itu menjawab: “Engkau kerasukan setan; siapakah yang berusaha membunuh Engkau?” Jawab Yesus kepada mereka: “Hanya satu perbuatan yang Kulakukan dan kamu semua telah heran.
Jadi: Musa menetapkan supaya kamu bersunat — sebenarnya sunat itu tidak berasal dari Musa, tetapi dari nenek moyang kita — dan kamu menyunat orang pada hari Sabat!
Jikalau seorang menerima sunat pada hari Sabat, supaya jangan melanggar hukum Musa, mengapa kamu marah kepada-Ku, karena Aku menyembuhkan seluruh tubuh seorang manusia pada hari Sabat.
Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil.”

Perenungan:

  1. Yesus berkata… Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.

Ternyata….kemampuan untuk dapat membedakan ajaran mana yang berasal dari Allah atau tidak berasal dari Allah…bukan dari seberapa banyak seseorang sudah membaca Alkitab, bukan dari seberapa banyak hafal ayat Firman Tuhan..juga bukan karena sudah belajar di sekolah teologia. Kunci untuk dapat membedakan mana pengajaran yang berasal dari Allah dan mana yang bukan berasal dari Allah adalah….. k e t a a t a n.
Seberapa besar keinginan seseorang untuk mau melakukan kehendak Tuhan.

Orang-orang Yahudi tidak mengetahui bahwa ajaran Yesus adalah benar-benar dari Allah, dengan sikap penuh kecurigaan dan penghakiman,
mereka terus menerus menyerang dan menyudutkan Yesus.
Mereka seperti dibutakan….tidak bisa celik untuk menyadari bahwa apa yang Yesus ajarkan adalah sungguh-sungguh dari Tuhan, hati mereka begitu gelap sehingga tidak bisa melihat perbuatan-perbuatan Tuhan yang telah dinyatakan dengan terang benderang.
Mengapa bisa demikian? karena ketidak taatan!

Bukankah Musa yang telah memberikan hukum Taurat kepadamu? Namun tidak seorang pun di antara kamu yang melakukan hukum Taurat itu. (Ayat 19a)

  1. Yesus memberikan sebuah ciri orang yang mengajarkan sesuatu yang bukan kebenaran.
    Apakah itu? Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, (Ayat 18a)

Banyak orang mengajarkan sesuatu kepada orang banyak dengan mengaku bahwa semua ajarannya berasal dari Tuhan.

Bagaimana bisa mengetahui yang benar-benar dari Tuhan dan yang dari diri sendiri?
Dengan melihat motivasi orang tersebut…bila fokusnya adalah diri pengajar itu sendiri, agar ia dihormati, dimuliakan…maka ajarannya pasti bukan berasal dari Allah.

Modus banyak pengajar-pengajar sesat adalah menarik orang-orang agar mengaguminya, mengidolakannya, bahkan meng-ilah-kan dirinya, sehingga terjadi kultus individu.
Saat orang sudah dibutakan matanya, maka pengikut-pengikut ajaran sesat tersebut akan mau melakukan apa pun yang diperintahkan para penyesat tersebut untuk kepentingan pribadi pengajar sesat tersebut.
Para pengajar sesat tega mengorbankan para pengikutnya, demi kepentingan pribadinya.

  1. Yesus tidak mencari-cari kemuliaan, IA tidak mencari puji-pujian manusia…
    Yesus selalu berfokus agar orang-orang memuliakan Tuhan. Semua ajaranNya bukan untuk kepentinganNya, tetapi untuk kepentingan Kerajaan Allah, bahkan Yesus rela mengorbankan diriNya demi keselamatan para pengikutNya, agar mereka menerima hidup kekal.

Tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya. (Ayat 18b)

  1. Yesus menghadapi orang-orang Yahudi yang sangat munafik.
    Apa saja kemunafikan orang-orang Yahudi tersebut?
    a. Mereka tidak mengakui bahwa mereka berniat membunuh Yesus.
    Orang banyak itu menjawab: “Engkau kerasukan setan; siapakah yang berusaha membunuh Engkau?” (Ayat 20)
    Bandingkan dengan ayat 25: Beberapa orang Yerusalem berkata: “Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?

b. Mereka menuduh dan mau membunuh Yesus dengan alasan telah melanggar hukum Sabat karena menyembuhkan orang di hari Sabat.
Padahal mereka sendiri pun menyunatkan orang di hari Sabat.

Jikalau seorang menerima sunat pada hari Sabat, supaya jangan melanggar hukum Musa, mengapa kamu marah kepada-Ku, karena Aku menyembuhkan seluruh tubuh seorang manusia pada hari Sabat. (Ayat 23)

c. Mereka melanggar hukum Taurat karena dalam 10 Hukum dituliskan jangan membunuh.
Dan mereka berkali-kali berusaha keras ingin membunuh Yesus, karena iri hati.

Matius 27:18
Ia (Pilatus) memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.

Aplikasi:

  1. Melatih diri untuk senantiasa taat kepada perintah Tuhan, sehingga memiliki kemampuan dalam membedakan ajaran yang berasal dari Tuhan dan bukan.
  2. Berhati-hati dengan para pengajar yang mencari kemuliaan untuk diri sendiri, bukan memuliakan Tuhan.
  3. Dalam pengajaran:
    a. Terus terhubung dengan Tuhan
    agar apa yang kita ajarkan adalah yang berasal dari Tuhan, bukan dari diri kita sendiri.
    b. Fokus untuk kemuliaan Tuhan
    tidak mencari-cari kehormatan diri, tidak mencuri kemuliaan Tuhan
    c. Tujuan untuk kepentingan Kerajaan Allah
  4. Hati-hati dengan dosa kemunafikan, karena akan membutakan mata rohani,
    sehingga tidak menyadari bahwa Tuhan sedang berkarya, bahkan tidak sadar telah menentang Tuhan .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here