Limitless vs Limited

0
9
Students in uniforms enjoying an outdoor class with a teacher in a park setting.

Oleh : IL

Lukas 13:6-9
Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini:
“Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu,
tetapi ia tidak menemukannya.
Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu:
Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini!
Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!
Jawab orang itu:
Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!”

Perenungan:
Seringkali orang berpikir bahwa kasih karunia Tuhan yang tidak terbatas dapat dengan mudah diabaikan dan menunggu kapan kita bersedia menerimanya.

Lewat bacaan hari ini, ada pelajaran penting untuk jangan pernah menyia-nyiakan kasih karunia yang TUHAN berikan.

Memang kasih Tuhan benar-benar tidak terbatas, seperti tertulis dalam Efesus 3:18b
betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus.

Bagi seorang pendosa seberat apa pun, kasih Tuhan sanggup memulihkan.

Yesaya 1:18
Marilah, baiklah kita beperkara! — firman TUHAN — Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.

Namun….
Ternyata kasih Tuhan yang tidak terbatas tersebut tidak untuk disia-siakan…
Kesempatan untuk bertobat tidak boleh ditunda-tunda…
Karena Tuhan telah melakukan bagianNya, yaitu dengan mati menebus dosa manusia ciptaanNya.
Dan yang menjadi bagian kita adalah …. merespon panggilanNya untuk bertobat, untuk menghasilkan buah pertobatan!

Pohon ara dalam perumpamaan di atas bukanlah pohon ara yang tumbuh di pinggir jalan.
Tapi pohon ara yang dibiarkan tumbuh di dalam kebun anggur!
Pohon ara yang diurus dan dirawat sedemikian rupa seperti merawat pohon anggur..
Woww… Betapa pohon ara yang disebutkan di ayat di atas telah mendapat perlakuan yang sangat sangat istimewa.
Karena biasanya pohon ara dibiarkan tumbuh bebas begitu saja tidak memerlukan lahan atau perawatan khusus.
Sehingga sangat lah wajar ketika pemilik kebun anggur menuntut pohon ara tersebut untuk menghasilkan buah.

Bangsa Yahudi sebagai umat yang Tuhan pilih, dan sebagai bangsa yang memperoleh hak istimewa (privilege) sebagai bangsa yang menerima hukum-hukum, peraturan, perkataan & janji Tuhan, namun menolak Yesus, Mesias, Tuhan yang datang untuk menyelamatkan manusia.
Telah 3 tahun Yesus secara khusus mengajar mereka, namun respon para ahli-ahli Taurat dan orang-orang farisi malah mencari-cari kesalahan Yesus.
Mereka mengamat-amati kapan Yesus menyembuhkan di hari Sabat dan mau mempersalahkan Yesus karena dianggap melanggar hukum Sabat. (Lukas 6:6-11, 13:10-17)
Berkali-kali Yesus menjelaskan bahwa hukum Sabat dari TUHAN tidak dimaksudkan untuk melarang melakukan kasih & perbuatan baik di hari Sabat, bahkan Yesus menbandingkan dengan hukum adat Yahudi yang memperbolehkan menolong hewan yang terperosok di hari Sabat.
Sehingga sangat tidak benar bila orang-orang farisi & ahli-ahli taurat tersebut melarang Yesus menyembuhkan di hari Sabat.
Namun kedegilan hati mereka membuat mata hati mereka tertutup untuk menerima kebenaran.

Aplikasi:
Pelajaran yang didapat dari perumpamaan di atas…
Mari….
Jangan pernah sia-siakan panggilan pertobatan dari Tuhan.

Ibrani 3:15
Tetapi apabila pernah dikatakan: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman”,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here