Kewajiban Mengasihi VS Kewajiban Untuk Tunduk

0
180

Oleh IL

(BE 1 Korintus 7:3-5)

Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya.
Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya
Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak.

Perenungan:
Dalam surat Paulus kepada jemaat di Korintus dituliskan mengenai bagaimana seharusnya hubungan pasangan suami istri yang sudah di dalam Kristus.

  1. Suami memiliki kewajiban terhadap isterinya dan harus memenuhinya.
    Menarik sekali, Firman Tuhan yang disampaikan lewat rasul Paulus ini menunjukkan bagaimana Tuhan memandang wanita tidak lebih rendah nilainya daripada seorang pria.
    Seorang isteri dalam keluarga Kristen begitu diperhatikan oleh Tuhan, sehingga setiap suami harus memenuhi kewajibannya terhadap isterinya.

Apa kewajiban suami terhadap isteri?
Cukup ditulis dengan satu kata yaitu……. mengasihi. Namun dalam prakteknya… tidaklah mudah!

Kualitas kasih seperti apa yang Tuhan perintahkan?
a. Memperlakukan dengan lemah lembut karena kasih sayang, sehingga tidak memperlakukannya dengan kasar.

Kolose 3:19
Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.

b. Memberikan yang terbaik, seperti memilih yang terbaik untuk diri sendiri, bukan yang kurang baik atau asal sekedarnya..
Efesus 5:33b
kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri

Matius 19:5
Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

c. Memberikan pembelaan, perlindungan… sampai rela pasang badan, bahkan rela menyerahkan nyawanya bagi isterinya.
Woww… masa segitunya??!

Hmmm…. Ini ayatnya..
Efesus 5:25
Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.

  1. Isteri memenuhi kewajiban terhadap suaminya

Apa yang dimaksudkan dengan kewajiban isteri terhadap suami?
Sejak menikah, seorang wanita terikat dengan seorang pria yaitu suaminya.
Ia memiliki kewajiban yang utama, yaitu kewajiban di dalam keluarga.
Hal ini tidak dapat dikesampingkan oleh hal-hal lain, seperti karir atau hobby, atau hal lainnya.
Seorang wanita yang telah menikah perlu menyadari bahwa Tuhan telah mempercayakan kepadanya sebuah keluarga yang perlu dibangun bersama-sama suaminya.
Pasangan suami isteri adalah pewaris anugerah kehidupan dari Tuhan. (1 Petrus 3:7)

Dalam budaya timur, kita sudah terbiasa dengan para isteri yang melayani suaminya di dalam keluarga.
Seberapa kadar pelayanan sang isteri kepada suami bergantung kebiasaan masing-masing pasangan.
Ada pribadi-pribadi yang mandiri yang tidak terlalu bergantung kepada pasangannya, telah terbiasa mengurus keperluannya sendiri.. menyiapkan pakaian sendiri.. bila di luar rumah dapat memesan makanan sendiri, dst….
Tapi ada pula suami yang merasa perlu disiapkan keperluannya oleh isterinya.. mulai dari pakaian, makanan, minum, kopi, dst..
Hal-hal tersebut bergantung budaya, kebiasaan & kesepakatan masing-masing pasangan.

Dalam surat-suratnya, rasul Paulus menuliskan mengenai kewajiban seorang isteri kepada suaminya, dapat ditulis dalam satu kata, yaitu.. tunduk.
Efesus 5:22-24
Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat.
Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.

Bagaimana kualitas ketundukkan isteri terhadap suami?
a. Seperti kepada Tuhan
Wah… apa maksudnya?
Yang dimaksud adalah agar seorang isteri tidak berusaha melawan otoritas suaminya, tidak berusaha mengambil alih atau menguasai…
karena otoritas yang dimiliki suami untuk menjadi kepala di dalam keluarga itu berasal dari Tuhan.
Dengan sangat jelas rasul Paulus menegaskan.. Suami adalah kepala isteri.
Dan menjelaskan lebih jelas lagi…..Seperti Kristus yang adalah kepala jemaat.

b. Dalam segala sesuatu
Ini mengenai ketundukkan penuh, bukan sebagian,
bukan dalam area-area tertentu saja.

Isteri harus tunduk kepada suami ini berkaitan dengan soal struktur otoritas.
Suamilah yang diberikan otoritas sebagai kepala di dalam keluarga, bukan isteri.
Ini berhubungan dengan kewenangan, jadi jangan disalah artikan dengan menganggap bahwa isteri jadi lebih rendah nilainya dari suaminya. Tidak seperti itu!
Setiap manusia ciptaan Tuhan, pria dan wanita, memiliki nilai sama, sama-sama berharga di mata Tuhan. Akan terlihat lebih jelas dari point nomor 3 berikut….

  1. Mengenai hubungan suami isteri
    a. Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya.
    Seorang isteri tidak boleh menolak untuk berhubungan suami istri dengan suaminya karena sedang tidak mood, atau lagi bete, marah kepada suami, ingin balas dendam, atau alasan-alasan kesombongan diri yang berfokus kepada diri sendiri.
    (Perkecualian bagi isteri ketika sedang datang bulan atau alasan kesehatan lain tentunya…Imamat 18:19
    Janganlah kauhampiri seorang perempuan pada waktu cemar kainnya yang menajiskan untuk menyingkapkan auratnya. )

b. demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya.
Menarik sekali..
Tuhan memperhatikan kebutuhan seorang isteri yang ingin dikasihi oleh suaminya, isteri bukan menjadi objek seksual dari suaminya.
Hubungan suami isteri merupakan hubungan kasih dua arah, saling mengasihi antara suami dan isteri..hubungan kasih yang kudus,
dan bukan satu arah, bukan pelampiasan nafsu dari suami.

c. Janganlah kamu saling menjauhi,
Ternyata…sebagai pasangan suami isteri yang telah dipersatukan oleh Tuhan, hubungan suami isteri bukan merupakan suatu yang sekedarnya..
tapi menjadi kekuatan yang mempersatukan..ada jalinan keintiman yang memperkuat ikatan pernikahan.
Sehingga rasul Paulus mengingatkan agar pasangan suami isteri jangan saling menjauh..
Perlu ada ikatan kasih yang selalu dibangun..
Jangan lengah…
Mengapa?
Rasul Paulus mengingatkan bahwa ada oknum ketiga, yaitu iblis, yang selalu berusaha menjatuhkan keluarga anak-anak Tuhan, dengan tujuan agar rancangan Tuhan yang indah tidak tergenapi dalam kehidupan orang percaya.

1 Petrus 5:8
Sadarlah dan berjaga-jagalah!
Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

Satu-satunya alasan untuk suami isteri berjauhan untuk sementara waktu adalah untuk tujuan rohani, yaitu ketika mengkhususkan waktu pribadi untuk mendekat kepada Tuhan.

(5b – kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa.
Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak.)

Aplikasi:

  1. Menyadari bahwa Tuhan memberikan otoritas sebagai kepala di dalam keluarga kepada suami, bukan isteri.
    Ada kewenangan dari Tuhan yang diberikan kepada suami, bukan untuk menjadi sok berkuasa di dalam keluarga, tetapi untuk melakukan tugas dan tanggung jawab menggenapkan rencana Tuhan, membawa seluruh anggota keluarga menangkap visi Tuhan, membawa seluruh anggota keluarga sampai kepada tujuan Tuhan.
  2. Isteri tidak berusaha mengambil alih kepemimpinan, tetapi menjadi penolong bagi suami.
    (Dalam beberapa kasus di mana isteri menjadi single parent, atau suami yang belum melakukan tanggung jawab sebagai imam dalam keluarga,
    maka isteri dapat mengisi kekosongan kepemimpinan rohani dalam keluarga, sambil tetap tunduk menjadi penolong bagi suami agar rancangan Tuhan bagi suami yaitu menjadi kepala dalam keluarga dapat digenapi. )
  3. Menyadari bahwa perbedaan kedudukan antara suami dan isteri, tidak berarti isteri menjadi kurang terhormat, karena nilai semua manusia di mata Tuhan sama berharganya.
    Tuhan begitu menghargai pribadi isteri dalam keluarga sehingga lewat rasul Paulus, Tuhan memerintahkan agar setiap suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya tanpa lalai.
  4. Suami istri menyadari ada tatanan keluarga yang ideal, terbaik, yang Tuhan telah tetapkan, dan bersama-sama melakukannya.
    a. Suami menyadari bahwa ada kewajiban terhadap isteri yang Tuhan embankan, yaitu mengasihi isteri dengan kualitas seperti kasih Yesus kepada jemaat.
    b. Isteri menyadari bahwa ada kewajiban terhadap suami yang harus dipenuhi, yaitu tunduk di dalam Tuhan (yaitu pada hal-hal yang berkenan dan tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan).
    Tunduk kepada suami bukan sebagai keterpaksaan, namun dengan rela, penuh sukacita dan keberhargaan karena ada rancangan Tuhan yang indah bagi setiap keluarga.
  5. Menyadari bahwa hubungan suami isteri adalah hubungan yang kudus sebagai kekuatan yang mempersatukan dan harus dihormati kedua belah pihak, bukan sebagai pemuasan nafsu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here