Elisa…Nabi yang Berkepala Botak dengan Pengurapan Ganda

0
450

Oleh : AP

Pembacaan 2 Raja-Raja pasal 2.

Elisa kemungkinan besar adalah berasal dari golongan berada…dicatat ia sendiri mempunyai banyak lembu dan pelayan
Tetapi pada suatu titik dalam kehidupannya ia memilih untuk menjadi hamba Tuhan (bujang Elia).
Ini adalah suatu keputusan yang mulia.
Dan ketika Elia hendak diangkat ke surga, Elisa tidak melepaskan Elia kemanapun ia pergi (seperti kebiasaan Elia meninggalkan bujangnya ketika ia ingin menyendiri).

Perenungan
Ketika suatu saat Elisa ditanya apa yang ia inginkan dari Elia…Elisa meminta sesuatu yang tidak pernah diminta oleh bujang-bujang lainnya: pengurapan ganda!

Ada hal-hal menarik yang dicatat dalam 2 Raja-Raja pasal 2 ini:

  1. Tuhan mengabulkan permintaan pengurapan ganda Elisa

Sulit bukan berarti tidak mungkin.
Terbukti dari mujizat pertamanya membelah sungaiYordan (ayat 14).
Pelajaran: Mungkin kita orang percaya enggan meminta sesuatu yang dahsyat dari Tuhan karena dirasa tidak mungkin diberikan/terjadi…kisah Elisa ini membuktikan semuanya mungkin bagi Tuhan bila ia berkenan.
Elisa ngotot tidak mau ditinggalkan Elia karena ia ingin pengurapan ganda nya. (Walau Elia sendiri mengakui hal ini sulit)
2 Raja-raja 2:2, 24 (TB) Berkatalah Elia kepada Elisa: “Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke Betel.” Tetapi Elisa menjawab: “Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau.” Lalu pergilah mereka ke Betel.

  1. Bujang Nabi bisa menggantikan tuannya
  • Yosua bujang Musa bisa menggantikan Musa
  • Elisa bujang Elia bisa menggantikan Elia
  • Gehazi bujang Elisa gagal menjadi penggantinya

Bujang (pelayan) nabi adalah orang yang paling dekat nabi karena ia selalu ikut tuannya ke manapun tuannya pergi.
Menjadi pengganti nabi memerlukan karakter yang setia, jujur dan takut Tuhan dan ngotot dalam imannya kepada Tuhan.

Pelajaran: Mungkin beberapa hamba Tuhan merasa takut dan merasa diri kecil untuk menggantikan seniornya.
Tetapi bila ia setia dan takut Tuhan maka ia bisa mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin.

  1. Jangan Menghina Hamba Tuhan

Alkitab mencatat banyak hal tentang ucapan-urapan yang harus kita jaga (Paulus mengingatkan jangan berkata buruk tentang pemimpin kita). Bahkan dalam kasus Elisa, Tuhan menunjukkan anak-anak pun dari masa kecilnya harus sudah menghormati Tuhan dan hamba-hambaNya.

Pelajaran nya: jangan Menghina Hamba Tuhan apalagi mengolok-olok fisik nya.
Di negara-negara lain memperkatakan kondisi fisik seseorang termasuk bullying.

Lalu berpalinglah ia ke belakang, dan ketika ia melihat mereka, dikutuknyalah mereka demi nama TUHAN. Maka keluarlah dua ekor beruang dari hutan, lalu mencabik-cabik dari mereka empat puluh dua orang anak.

Cat: Judul dipilih bukan untuk mentertawakan kepala Elisa yang botak tetapi untuk mengkontraskan kondisi fisiknya dengan urapan Tuhan atas dirinya.
Dengan maksud supaya mudah mengingat pesan dibaliknya.
Gambar mungkin bisa membuat konotasi Elisa adalah nabi yang jahat/sadis dengan kutuknya…tetapi bagaimanapun ia adalah Nabi Tuhan yang harus dihormati umat Tuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here