Dan Di Mana Kalian Tidak Diterima…..

0
381

Oleh : IL

(BE Lukas 9:2, 4-6)

(BIMK)
Kemudian Ia menyuruh mereka pergi menyembuhkan orang sakit dan menyiarkan berita tentang bagaimana Allah memerintah sebagai Raja.

Di mana saja kalian diterima, tinggallah di situ sampai kalian meninggalkan kota itu.

Dan di mana kalian tidak diterima, pada waktu kalian meninggalkan kota itu, kebaskanlah debu dari tapak kakimu, sebagai peringatan terhadap mereka.”

Pengikut-pengikut Yesus berangkat, lalu pergi ke desa-desa untuk memberitakan Kabar Baik itu dan menyembuhkan orang sakit di mana-mana.

Perenungan:
Menarik sekali…
Yesus memberikan petunjuk yang sangat detail kepada murid-murid tentang apa yang harus dilakukan saat diterima, juga saat ditolak.

Apakah artinya?
a. Tuhan memberikan kepada setiap pendengar Injil hak untuk memutuskan apakah mereka mau menerima atau menolak tawaran karya keselamatan yang Yesus telah lakukan bagi semua manusia yang berdosa.

Roh Kudus akan menginsyafkan akan dosa, tapi bagi yang mengeraskan hati….
Tuhan pun tidak memaksa, namun itu berarti mereka tetap memilih untuk tetap ada di dalam kutuk maut, kematian kekal.

Yesus memerintahkan para utusanNya untuk melakukan hal yang simpel..
tinggalkan dan kebaskan debu di kaki sebagai peringatan.
Utusan Injil tidak perlu memaksa, atau memohon-mohon agar diterima…
Injil begitu berharga dan istimewa, kerugian ada pada orang yang menolaknya.

b. Setiap utusan Injil harus sudah menyiapkan hati & mental utuk mengalami penolakan.
Bayangkan…setelah menempuh perjalanan jauh dengan tujuan agar orang-orang di suatu desa atau kota mendengar tentang keselamatan dari Tuhan, agar mereka mendengar bahwa ada pengharapan dari Tuhan, bahwa ada jalan keluar dari setiap keterpurukan akibat dosa, bahwa ada hidup kekal di dalam Yesus…

Dan… tanpa bekal makanan….
Lalu…… d i t o l a k !
Murid-murid diperintahkan untuk berbesar hati, bahkan tetap harus penuh kasih.
Ketika Yakobus & Yohanes berkata agar menurunkan api dari langit ke sebuah desa Samaria yang menolak Yesus, dengan keras Yesus menegur mereka (Lukas 9:51-56).
Utusan Injil sudah harus benar-benar memiliki hati yang tidak lagi berfokus kepada diri sendiri, bahkan sepenuh hati mengasihi jiwa-jiwa kepada siapa mereka dipertemukan.

c. Pesan Injil tetap harus disampaikan baik diterima maupun ditolak
Saat ditolak, Yesus memerintahkan murid-murudNya untuk mengebaskan debu dari kaki mereka.

Debu dikebaskan sudah menjadi tradisi bagi orang Yahudi ketika mereka meninggalkan daerah orang yang bukan umat Tuhan, sebagai tanda Tuhan tidak berkenan sehingga bahkan debu dari daerah orang tersebut tidak boleh ikut masuk ke rumah umat Tuhan.

Ketika seorang Yahudi menolak menerima berita Injil, lalu murid-murid Yesus mengebaskan debu dari kaki mereka, hal itu merupakan peringatan yang sangat keras!
yang menunjukkan bahwa mereka yang sudah merasa sebagai umat Tuhan, namun menolak karya keselamatan dari Yesus Kristus, Anak Allah,
artinya posisi mereka sudah bertentangan dengan Tuhan, dan mereka ada dalam penghukuman Tuhan.

Perlakuan tersebut sama sekali bukan sebagai tanda tidak senang, atau ungkapan kebencian, sebaliknya…hal tersebut merupakan bukti kasih..
sekalipun ditolak, tetap harus ada peringatan yang disampaikan, sehingga orang yang menolak akan mengingat peringatan tersebut dan
pada waktu berikutnya diharapkan bisa bertobat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here