Diutus, Diperlengkapi Dengan Kuasa, Disuplai Kebutuhannya

0
421

Oleh : IL
(BE Lukas 9:1-3,6)

(BIMK)
Yesus memanggil kedua belas pengikut-Nya, lalu memberi kepada mereka kuasa untuk mengusir roh jahat dan menyembuhkan penyakit.

Kemudian Ia menyuruh mereka pergi menyembuhkan orang sakit dan menyiarkan berita tentang bagaimana Allah memerintah sebagai Raja.

“Jangan membawa apa-apa untuk perjalananmu,” kata Yesus kepada mereka.
“Jangan membawa tongkat, atau kantong sedekah, atau makanan, atau uang, ataupun dua helai pakaian.

Pengikut-pengikut Yesus berangkat, lalu pergi ke desa-desa untuk memberitakan Kabar Baik itu dan menyembuhkan orang sakit di mana-mana.

Perenungan:
Yesus mengutus murid-muridNya untuk memberitakan Injil & menyembuhkan.
Yesus memperlengkapi murid-murid dengan kuasa ilahi sehingga mereka dapat memberitakan tentang keselamatan dari Tuhan
& mendemonstrasikan kasih & kuasa Tuhan.

Ada beberapa juklak (petunjuk pelaksanaan) yang Yesus perintahkan kepada murid-muridNya, sebagai berikut:
Jangan membawa apa-apa untuk perjalanan.
Perintah ini sangatlah aneh sekaligus cukup ekstrim, mengingat transportasi pada masa itu tidak semudah seperti jaman sekarang.

a. Jangan membawa tongkat
Tongkat diperlukan ketika seseorang melakukan perjalanan, antara lain untuk melindungi diri apakah dari serangan orang jahat, atau pun binatang buas.
Perintah Yesus agar para utusan Injil tidak membawa tongkat kemungkinan besar bertujuan agar para utusan Injil itu sungguh-sungguh sadar
bahwa perjalanan penginjilan yang mereka tempuh semua ada dalam kendali Tuhan.
Hanya Tuhan lah yang harus mereka andalkan, bukan kekuatan mereka sendiri.
Bahkan Tuhan lah yang akan memberikan perlindungan selama keluar masuk mereka, sehingga bahkan sebatang tongkat pun tidak boleh mereka andalkan.

Tongkat juga merupakan lambang kekuasaan.
Pergi tanpa tongkat menyadarkan para utusan Injil bahwa mereka adalah hamba-hamba Tuhan, sehingga saat mengajar tentang Kerajaan Allah, mereka bukan mencari pengikut, tetapi menjadikan orang-orang sebagai pengikut Tuhan, hanya Allah lah yang dimuliakan.

b. Jangan membawa tas, yang dimaksud adalah kantong sedekah
Pada masa itu, banyak pemikir dari golongan epikuros dan stoa pergi dari rumah ke rumah untuk mengajarkan filsafat-filsafat mereka.
Dan mereka selalu membawa kantong sedekah untuk tempat membawa uang pemberian dari orang-orang yang mereka datangi.

Yesus dengan keras melarang para utusanNya untuk menerima uang dari orang-orang kepada siapa mereka memberitakan Injil.
Dan hal ini dipertegas dengan larangan membawa kantung sedekah.
Apa tujuan Yesus melarang murid-muridNya menerima uang sedekah?
Agar pemberitaan Injil tidak dicemari oleh motivasi yang tidak murni.
Agar penerima Kabar baik melihat ada integritas dari orang yang memberitakan Firman, sehingga mereka menghormati Tuhan, menghargai Firman yang diberitakan.

Saat pemberita Injil berfokus pada materi, maka penerima Firman akan memandang rendah dan menganggap Kabar Baik yang diberitakan hanyalah “barang dagangan” yang murahan, hanya sebagai komoditas untuk memperoleh keuntungan.
Dan hal ini dapat menjauhkannya dari jalan pertobatan.

c. Jangan membawa makanan atau uang
Saat bepergian, dan bukan dalam jarak dekat, bekal merupakan hal wajib yang harus dipersiapkan & dibawa.
Namun…
mengapa Yesus melarang para murid membawa bekal makanan juga uang?

Ketika para utusan Injil melakukan perjalanan ke desa-desa atau kota-kota…
Saat mereka tiba di sebuah tempat, mereka akan masuk ke salah satu rumah.
Adat kebiasaan Yahudi adalah tuan rumah akan menjamu dan menerima pendatang tersebut untuk bermalam di rumah mereka.
Namun… para murid akan mengalami juga penolakan dari rumah yang mereka datangi, mengingat berita Injil pada masa itu merupakan hal yang kontroversial dan para pengikut Yesus beresiko dikucilkan.

Dalam hal ini, Yesus mengajar para murid agar berserah penuh pada pemeliharaan Tuhan yang sempurna.
Bagaimana mungkin seorang pemberita Injil dapat memberitakan dengan efektif tentang kasih & kuasa Tuhan yang sempurna, bila ia sendiri tidak yakin akan kuasa pemeliharaan Tuhan…..

Jadi larangan membawa bekal makanan juga uang, adalah cara Tuhan membangun iman para murid, agar mereka mengalami sendiri pemeliharaan dan penyediaan Tuhan, sehingga pemberitaan Kabar Baik menjadi lebih efektif karena disampaikan oleh orang-orang yang mengalami sendiri pemeliharaan Tuhan yang sungguh-sungguh nyata.

d. Jangan membawa dua helai pakaian (tunik)
Tunik merupakan pakaian yang dipakai didalam jubah.
Mungkin pembatasan jumlah pakaian yang dibawa bertujuan agar para utusan Injil tidak malah sibuk dengan mempersiapkan dan membawa perlengkapan pribadi yang banyak.
Pengabaran Injil perlu dibuat seringkas mungkin, sehingga dapat dilakukan segera tanpa perlu berlama-lama menyiapkan segala sesuatunya.
Hal ini mengisyaratkan bahwa penginjilan begitu urgent dilakukan, dan satu-satunya persiapan yang harus & penting dilakukan adalah bahwa para murid sudah diperlengkapi dengan kuasa & otoritas dari Tuhan.
Persiapan jasmani lainnya tidak ditekankan, karena Tuhan akan menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan para murid tersebut
melalui orang-orang yang mereka datangi, yaitu orang-orang yang menerima kabar keselamatan.

Fokus utama saat penginjilan adalah jiwa-jiwa kepada siapa Injil diberitakan, Yesus memberikan petunjuk-petunjuk yang seakan aneh kepada para utusan Injil yang bertujuan agar:

  • berfokus pada jiwa-jiwa yang akan diberitakan Kabar Baik,
  • tidak berfokus kepada diri sendiri, keperluan diri, tidak mengambil keuntungan untuk diri sendiri.
  • menangkap urgensi pemberitaan Injil tersebut

2 Timotius 2:4 (BIMK)
Seorang prajurit yang sedang tugas, tidak akan menyibukkan dirinya dengan urusan-urusannya sendiri, sebab ia ingin menyenangkan hati panglimanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here