Berbahagialah!……. Siapakah yang berbahagia?

0
156

Oleh : IL

Bacaan : Mazmur 144

Pada bagian akhir mazmur 144 dituliskan tentang gambaran ideal tentang sebuah bangsa sebagai berikut :
a. Generasi muda yang bertumbuh, kuat dan kokoh.
(Semoga anak-anak lelaki kita seperti tanam-tanaman yang tumbuh menjadi besar pada waktu mudanya; dan anak-anak perempuan kita
seperti tiang-tiang penjuru, yang dipahat untuk bangunan istana!)

b. Mengalami kelimpahan berkat materi.
(Semoga gudang-gudang kita penuh, mengeluarkan beraneka ragam barang; semoga kambing domba kita menjadi beribu-ribu,
berlaksa-laksa di padang-padang kita!)

c. Mengalami kelimpahan berkat sukacita
(Semoga lembu sapi kita sarat; semoga tidak ada kegagalan dan tidak ada keguguran, dan tidak ada jeritan di lapangan-lapangan kita!)

Dan raja Daud sebagai penulis mazmur ini menutup dengan sebuah deklarasi:
Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah TUHAN!
Deklarasi di atas menyatakan iman raja Daud kepada Allah, sekaligus sebuah pengajaran bagi umat Israel untuk sungguh-sungguh menjadikan Allah Israel sebagai satu-satunya TUHAN, bukan salah satu tuhan, juga menyadarkan seluruh umat manusia, tentang betapa limpahnya hidup dalam penyembahan kepada TUHAN Allah Pencipta, sebagai satu-satunya Allah yang sejati.

Pemazmur mengawali mazmur 144 ini dengan kalimat-kalimat pujian kepada TUHAN, yang ia panggil dengan sebutan Gunung Batuku…
tempat perlindunganku, kubu pertahananku, kota bentengku, penyelamatku, perisaiku.

Ada hal yang menarik…pemazmur menyatakan TUHAN sebagai Mentor, TUHAN Allah sendiri yang mengajar tangan Daud untuk memiliki keahlian bertempur, mengajar jari-jari Daud menggunakan peralatan perang.

Ketika masih menjadi bawahan raja Saul, Daud diakui sebagai prajurit dengan kemampuan luar biasa…bahkan di atas kemampuan raja Saul saat itu.

1 Samuel 18:7
dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.”

Setelah menjadi raja pun, Daud memiliki kemampuan perang yang begitu hebat, dengan dukungan triwira dan pahlawan-pahlawan Daud..
namun yang terpenting adalah TUHAN Sang Mentor Agung, yang memberikan arahan strategi melawan musuh. (1 Tawarikh 14:8-17)

Bukan hanya strategi perang dan keahlian menggunakan senjata..Daud meminta campur tangan TUHAN, Allahnya untuk hal-hal yang tidak mampu ia lakukan.
Kejadian alam seringkali Tuhan pakai sebagai pertolongan supranatural saat melawan musuh-musuh Israel. Dalam 2 Samuel 22 Daud menuliskan hal yang sama persis, yaitu Tuhan turun tangan menolongnya melalui kejadian yang sepertinya alamiah, namun sebenarnya adalah kejadian supranatural.
(Ya TUHAN, tekukkanlah langit-Mu dan turunlah, sentuhlah gunung-gunung, sehingga berasap!
Lontarkanlah kilat-kilat dan serakkanlah mereka, lepaskanlah panah-panah-Mu, sehingga mereka kacau!
Ulurkanlah tangan-Mu dari tempat tinggi, bebaskanlah aku dan lepaskanlah aku dari banjir, dari tangan orang-orang asing, yang mulutnya mengucapkan tipu dan yang tangan kanannya adalah tangan kanan dusta.)

Dengan menyadari semua yang Tuhan telah lakukan…dan dengan menyadari siapakah sesungguhnya diri kita.
(Ya TUHAN, apakah manusia itu, sehingga Engkau memperhatikannya, dan anak manusia, sehingga Engkau memperhitungkannya?
Manusia sama seperti angin, hari-harinya seperti bayang-bayang yang lewat.)

Maka..
Tidak ada hal lain yang pantas dilakukan selain memuji memuliakan nama Tuhan.
(Ya Allah, aku hendak menyanyikan nyanyian baru bagi-Mu, dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur bagi-Mu,)

Dan dengan sungguh-sungguh sadar segala pencapaian & kesuksesan adalah dari Tuhan.
(Engkau yang memberikan kemenangan kepada raja-raja, dan yang membebaskan Daud, hamba-Mu!)

Dan menyerahkan segala beban dan kekuatiran kepada Tuhan.
(Bebaskanlah aku dari pada pedang celaka dan lepaskanlah aku dari tangan orang-orang asing, yang mulutnya mengucapkan tipu, dan yang tangan kanannya adalah tangan kanan dusta.)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here