Still Hold Fast Integrity, Although

0
193

Oleh : IL

Ayub 1-2 menuliskan tentang beberapa tokoh sebagai berikt :

Ayub

  1. Laki-laki
  2. Tinggal di tanah Us
  3. Karakter: saleh, jujur, takut akan Allah, menjauhi kejahatan (diulang 3 kali di 1:1, 8; 2:3 – ini bukan penilaian manusia, karena yang mengatakannya bukanlah manusia, tapi Allah!… Wow), tidak seorang pun di bumi seperti Ayub.
  4. Terkaya di belahan timur.
  5. Senantiasa menguduskan anak-anaknya, dan mempersembahkan korban bakaran sebagai penebus dosa anak-anaknya.
  6. Ketika malapetaka datang, Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

Iblis:

  1. Menjelajah bumi
  2. Menghadap TUHAN, artinya otoritasnya di bawah TUHAN.
  3. Mendakwa bahwa tanpa berkat & perlindungan Tuhan, Ayub tidak akan takut akan Tuhan.
  4. Membujuk Tuhan melawan Ayub dan mencelakakannya tanpa alasan
  5. Mencelakakan segala yang dipunyai Ayub
  6. Hanya dapat beraksi ketika Allah mengijinkan, memberinya kuasa.

TUHAN Allah:

  1. Pemilik otoritas tertinggi
  2. Memperhatikan Ayub
  3. Memuji Ayub : saleh, jujur, takut akan Allah & menjauhi kejahatan, tidak seorangpun di bumi seperti dia, Memagari Ayub & segala miliknya, memberkati segala yang dikerjakan Ayub.
  4. Memberikan kuasa kepada iblis atas segala milik Ayub, dan tubuh Ayub.

Isteri Ayub:
Menyuruh Ayub mengutuki Allahnya.

Perenungan & aplikasi:

  1. TUHAN Allah adalah Pencipta segalanya, Pemegang otoritas tertinggi. Iblis adalah makhluk ciptaan berada di bawah kuasa Allah.
  2. Ayub adalah orang terkaya di wilayah Timur. Apa yang menyebabkan Ayub begitu kaya? Apakah ia sangat lihai, jago bisnis? Menyamai lulusan Harvard?

Ternyata perkataan iblis kepada Tuhan, memberitahukan kepada kita apa penyebab Ayub menjadi sangat kaya. Jawabannya adalah
Karena TUHAN! TUHAN memagari Ayub & segala miliknya, TUHAN memberkati segala yang dikerjakan Ayub.

  1. Mengapa Tuhan memberkati Ayub sedemikian besar? Karena Ayub sangat berkenan kepada Tuhan. Sampai Tuhan memuji Ayub sebagai tak ada yang seperti dia di bumi…. ckckckck…

Karakter seperti apa yang dimiliki Ayub?
– Saleh (blameless – NASB)
– Jujur (upright – NASB)
– Takut akan Tuhan
– Menjauhi kejahatan

Sebagai orang yang sangat kaya, mudah sekali bagi Ayub untuk bertindak sekehendak hatinya..mengambil keuntungan untuk diri sendiri..
memuaskan hawa nafsunya.

Namun inilah yang Ayub lakukan : Ayub sungguh-sungguh membuat batas yang ketat dan tegas bagi dirinya antara lain :

Ayub 31:1
“Aku telah menetapkan syarat bagi mataku, masakan aku memperhatikan anak dara?

Dan hal itu ia lakukan sebagai gaya hidup yang dilakukan karena hati yang sungguh-sungguh takut akan Tuhan.
Integritasnya tersebut tidak berkurang, pupus atau hilang ketika keadaan menekan.

Job 2:3b
And he still holds fast his integrity,
although you incited Me against him to ruin him without cause. “

Itulah pujian yang TUHAN Allah katakan tentang Ayub.

Aplikasi:

  1. Kepada siapa kita harus takut? Allah, iblis, atau manusia?

Matius 10:28
Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa;
takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

  1. Apakah yang kita andalkan dalam bekerja dan berusaha?
    Kepandaian? Kelihaian? Keberanian? Modal yang besar? Koneksi?
    Ataukah TUHAN Allah yang kita sembah?

Ulangan 15:10b
….. sebab oleh karena hal itulah TUHAN, Allahmu, akan memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu dan dalam segala usahamu.

Amsal 10:22a
Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya,

TUHAN yang kita sembah tidak terlihat…namun berkat-berkat-Nya sungguh nyata dalam kehidupan orang-orang yang percaya kepada-Nya!

  1. Sebagai umat Tuhan, karakter seperti apakah yang kita bangun dalam kehidupan kita?
    Saleh, jujur, takut akan Tuhan, menjauhi kejahatan
    Menunjukkan bahwa Ayub menjaga dengan sungguh-sungguh ibadahnya kepada Tuhan (vertikal) dan dalam hubungan dengan sesama pun (horisontal), Ayub mempraktekkan standar Tuhan (kejujuran, menjauhi kejahatan).
  2. Ketika keadaan tidak baik, apakah kita mengikuti perkataan isteri Ayub, dengan mudah kita melupakan Tuhan, melupakan aturan-aturan Tuhan..melupakan standar Tuhan.. bahkan mengutuki Tuhan? ataukah kita tetap menjaga integritas kita di hadapan Tuhan & manusia? Sehingga Tuhan bisa berkata tentang kita.

And he/she still holds fast his/her integrity, although…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here