Sang Mediator

0
291

Oleh : AP

Pembacaan Ayub 9

Ayub 9:32-35 (TB) Karena Dia bukan manusia seperti aku, sehingga aku dapat menjawab-Nya: Mari bersama-sama menghadap pengadilan.
Tidak ada wasit di antara kami, yang dapat memegang kami berdua!
Biarlah Ia menyingkirkan pentung-Nya dari padaku, jangan aku ditimpa kegentaran terhadap Dia,
maka aku akan berbicara tanpa rasa takut terhadap Dia, karena aku tidak menyadari kesalahanku.”

Job 9:33-34 If only there were a mediator between us, someone who could bring us together.
The mediator could make God stop beating me, and I would no longer live in terror of His punishment.

Perenungan
Ayub dalam penderitaannya menyadari ia adalah hanya ciptaan yang tidak bisa melawan Sang Pencipta.
Ayub hanya bisa mengeluh dan menunjukkan penderitaan nya tetapi toh menurutnya itu pun sesuatu yang sia-sia.
Kemudian Ayub menyatakan pengharapan nya bila saja ada seseorang yang dianggap Tuhan layak dihadapanNya untuk menjadi hakim/mediator yang bisa membelanya di hadapan Allah.

Penerapan
Sebenarnya apa yang Ayub katakan ada benarnya…jika saja kita mempunyai mediator yang bisa membela kita di hadapan Allah maka murka Allah tidak ditimpakan kepada kita.
Jawaban doa Ayub sebenarnya sudah tergenapi dalam Perjanjian Baru.

1 Timotius 2:5-6 (TB) Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,
yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.

Yesus adalah mediator antara Allah dan manusia dan melalui Dia lah kita memperoleh pembelaan di hadapan Allah sehingga kita diluputkan dari api yang kekal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here