Salah Berpihak

0
3

Oleh : IL

2 Samuel 20:1-2

Kebetulan ada di sana seorang dursila, bernama Seba bin Bikri, orang Benyamin. Ia meniup sangkakala serta berkata: “Kita tidak memperoleh bagian dari pada Daud. Kita tidak memperoleh warisan dari anak Isai itu. Masing-masing ke kemahnya, hai orang Israel!”
Lalu semua orang Israel itu meninggalkan Daud dan mengikuti Seba bin Bikri, sedangkan orang-orang Yehuda tetap berpaut kepada raja mereka, mengikutinya dari sungai Yordan sampai Yerusalem.

Perenungan:
Menarik sekali…
berkali-kali sebagian besar orang Israel menyatakan dukungannya kepada orang yang salah untuk menjadi pemimpin mereka.
Ketika raja Saul mati, orang Israel malah mendukung Isyboset, anak Saul, untuk menjadi raja menggantikan Saul. (2 Samuel 2:8-10).
Padahal mereka sudah sangat mengetahui bahwa Daud lah yang sejak awal telah diurapi oleh Tuhan untuk menjadi raja Israel (2 Samuel 3:8-9).

Peristiwa berikutnya adalah ketika Absalom, anak Daud, mengambil hati rakyat lalu ia berani melakukan kudeta karena banyak sekali rakyat yang mendukungnya hanya karena Absalom pandai mengambil hati rakyat dengan sikap dan perlakuan yang seakan-akan sangat peduli & memperhatikan rakyat (2 Samuel 15:1-6, 13).
Rakyat Israel juga berpaling dari Daud, raja yang Tuhan telah urapi, malah mendukung seorang anak durhaka yang mengkudeta ayahnya bahkan mau membunuh ayahnya sendiri.

Kemudian setelah kematian Absalom, Daud kembali ke Yerusalem untuk kembali memerintah sebagai raja. Hanya karena tersinggung dan merasa dikesampingkan oleh suku Yehuda, maka orang Israel mendukung seorang provokator bernama Seba bin Bikri yang menolak Daud sebagai raja yang sah.

Mengapa orang Israel sebagai umat Tuhan tidak mau mengikuti apa yang Tuhan tetapkan?
Malah ikut terombang-ambing & memberontak melawan raja yang Tuhan urapi?

Ada beberapa penyebab:

  1. Karena memutuskan berdasarkan apa yang dipandang baik
    Abner, panglima raja Saul sekalipun sudah mengetahui bahwa Daud lah yang seharusnya menjadi raja menggantikan Saul, namun ia menaikkan Isyboset menjadi raja Israel.
    Abner merasa sudah setia dan loyal kepada Saul, tanpa menghiraukan apa yang Tuhan sudah tetapkan.
  2. Karena ada kepentingan pribadi
    Abner sebagai panglima tentara saat raja Saul memerintah merasa terancam.
    Ia memikirkan bahwa ia akan kehilangan jabatannya sebagai orang nomor 2 setelah raja.
    Demi mempertahankan kedudukannya, Abner membuat keputusan yang tidak selaras dengan apa yang Tuhan sudah tetapkan.
    Orang Israel juga terpincut hatinya oleh Absalom. Mereka menganggap Absalom lah yang paling ideal untuk menjadi pemimpin mereka karena Absalom membela kepentingan-kepentingan mereka di pengadilan.
    Begitu juga Seba bin Bikri, merasa tidak akan mendapat keuntungan apa-apa bila mendukung raja Daud, ia memutuskan mengajak orang-orang Israel untuk membelot.
  3. Karena kekecewaan
    Orang Israel dengan mudah berbalik dari mendukung Daud menjadi mengikuti Seba bin Bikri, hanya kecewa dan tersinggung oleh ucapan bani Yehuda.
    Bagi mereka, harga dirilah yang terpenting.
    Ketika harga diri direndahkan, maka dengan mudah meninggalkan rancangan Tuhan.

Aplikasi:

  1. Mari cek, ada di pihak manakah kita?
    Apakah kita berada di pihak yang senantiasa memutuskan hal yang selaras dengan kehendak Tuhan?
    Ataukah kita menjadi orang yang mudah terombang-ambing, yang mudah meninggalkan rancangan Tuhan yang dahsyat?
  2. Mari cek, apakah yang mendasari keputusan-keputusan kita?
    Apakah atas dasar apa yang kita pandang baik?
    Ataukah atas dasar keuntungan dan kepentingan pribadi?
    Atau mungkin kita begitu mengutamakan harga diri kita, sampai-sampai kita tidak lagi memedulikan apa yang Tuhan kehendaki?
  3. Mari kita belajar untuk mendasari keputusan-keputusan kita atas dasar apa yang Tuhan kehendaki & tetapkan. Sehingga kita tidak mudah terombang-ambing dan salah berpihak.
    Mari kita melatih diri untuk memikirkan perkara-perkara di atas, hal-hal bernilai kekal & yang menguntungkan Kerajaan Allah, bukan mementingkan perkara-perkara diri, hal-hal fana atau yang menguntungkan kerajaan gelap.

Kolose 3:1-2
Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here