Menghasilkan Buah Pertobatan

0
81

Oleh : IL

Matius 3:1-10 (FAYH)
KETIKA mereka masih tinggal di Nazaret, Yohanes Pembaptis mulai berkhotbah di padang gurun Yudea.
Inti khotbah-khotbahnya ialah, “Tinggalkanlah dosa-dosamu.
Berpalinglah kepada Allah, karena Kerajaan Surga tidak lama lagi akan datang. “
Yohaneslah yang dimaksudkan oleh Nabi Yesaya ketika berabad-abad sebelumnya ia menulis: “Aku mendengar seruan di padang gurun,
‘Siapkan dan luruskanlah jalan yang akan dilalui Tuhan! ’”
Pakaian Yohanes terbuat dari bulu unta dan ia mengenakan ikat pinggang kulit; makanannya belalang dan madu hutan.
Orang-orang dari Yerusalem dan dari seluruh Lembah Yordan, bahkan dari segala penjuru Yudea, keluar ke padang gurun untuk mendengarkan khotbahnya, dan pada waktu mereka mengakui dosa, Yohanes membaptiskan mereka di Sungai Yordan.
Tetapi, ketika dilihatnya banyak orang Farisi dan Saduki datang untuk dibaptiskan, ia menegor mereka secara blak-blakan.
“Hai anak-anak ular!” katanya.
“Siapa yang mengatakan bahwa kalian dapat terlepas dari murka Allah yang akan datang?
Sebelum kalian dibaptiskan, buktikanlah bahwa kalian sudah meninggalkan dosa dengan melakukan perbuatan yang sesuai dengan pertobatan.

Jangan kira kalian dapat berkata, ‘Kami selamat, sebab kami orang Yahudi keturunan Abraham. ’ Hal itu sama sekali tidak berarti apa-apa. Allah dapat mengubah batu-batu ini menjadi orang-orang Yahudi!
“Bahkan sekarang pun kapak penghukuman sudah disiapkan untuk menebang setiap pohon yang tidak berbuah. Pohon-pohon yang tidak berbuah akan ditebang dan dibakar.

Perenungan:

  1. Tuhan tidak melupakan ciptaanNya
    Setelah 400 tahun Tuhan tidak berkata-kata secara langsung kepada manusia, baik lewat nabi maupun malaikat, Tuhan memakai Yohanes Pembaptis untuk menjadi alat Tuhan menunjukkan karya keselamatan dari Tuhan untuk semua manusia yang telah jatuh dalam dosa.
    Tuhan sudah menyampaikan tentang kedatangan Yohanes Pembaptis ini lewat nabi Yesaya sekitar 7 abad sebelumnya, nabi Maleakhi sekitar 420 tahun sebelumnya.

Tanda-tandanya Tuhan berikan sangat jelas menggenapi nubuat yang diberikan kepada umatNya:

  • Suara yangg berseru-seru
  • Padang gurun
  • Mempersiapkan jalan bagi Mesias (Yesus)
    Yesaya 40:3 (TB)
    Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!
  • Pakaian dari bulu unta dan ikat pinggang kulit sama dengan yang dipakai nabi Elia (2 Raja-Raja 1:8)
    Maleakhi 4:5
    Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.

Bayangkan…
4 abad berlalu.. dan Tuhan seakan …. diam seribu bahasa….
Bila kita mengalami masa seperti itu.. apa yang kita pikirkan?
Apakah kita berpikir Tuhan sudah meninggalkan kita?
Apakah kita berpikir Tuhan lalai? NubuatanNya tidak terjadi?
Namun lewat kedatangan Yohanes Pembaptis ini, Tuhan membuktikan..Tuhan tidak pernah melupakan manusia ciptaanNya!
RancanganNya yang besar PASTI TERJADI!.

  1. Bukan hanya status, tapi sungguh-sungguh ada buah sebagai bukti pertobatan.
    (7-9)
    Tetapi, ketika dilihatnya banyak orang Farisi dan Saduki datang untuk dibaptiskan, ia menegor mereka secara blak-blakan.
    “Hai anak-anak ular!” katanya.
    “Siapa yang mengatakan bahwa kalian dapat terlepas dari murka Allah yang akan datang?
    Sebelum kalian dibaptiskan, buktikanlah bahwa kalian sudah meninggalkan dosa dengan melakukan perbuatan yang sesuai dengan pertobatan.

    Jangan kira kalian dapat berkata, ‘Kami selamat, sebab kami orang Yahudi keturunan Abraham. ’ Hal itu sama sekali tidak berarti apa-apa. Allah dapat mengubah batu-batu ini menjadi orang-orang Yahudi!

Kalimat teguran pedas yang Yohanes Pembaptis sampaikan membukakan beberapa hal:

  • Baptisan tidak menyelamatkan
    Karena baptisan tanpa pertobatan itu tidak akan mengubah apa pun.
    Baptisan merupakan tanda, seseorang yang bertobat, akan memberi diri dibaptis, sebagai komitmen bahwa ia tidak akan kembali lagi ke kehidupan lama, sebagai kesungguhan bahwa sejak ia menerima baptisan itu, ia akan meninggalkan dosa-dosa yang pernah ia lakukan untuk memulai hidup yang baru dengan nilai-nilai Kerajaan Allah, nilai-nilai yang Tuhan tetapkan, bukan nilai-nilai lama atau nilai-nilai yang sesuai pemikiran sendiri.
  • Pertobatan adalah syarat mendapatkan anugerah keselamatan
    Orang farisi dan saduki yang tahu Firman Tuhan tapi hidup jauh dari kebenaran Firman Tuhan, dalam hati nurani mereka sadar bahwa mereka ada dalam hukuman Tuhan.
    Mereka menganggap bahwa baptisan Yohanes, dengan cukup mengucapkan kata-kata pertobatan lalu dibaptis maka akan meluputkan mereka dari murka Allah*
    Tuhan, melalui Yohanes Pembaptis, menegur keras pola pikir yang sangat salah itu.
    Bagian Tuhan adalah melakukan karya keselamatan, menebus dosa-dosa manusia.
    Bagian manusia, menanggap dengan percaya dan bertobat, berbalik dari dosa dan nilai-nilai yang salah tersebut memulai hidup dengan nilai-nilai dan standar dari Tuhan.
  1. TUHAN minta pertanggung jawaban setiap orang
    (10) “Bahkan sekarang pun kapak penghukuman sudah disiapkan untuk menebang setiap pohon yang tidak berbuah.
    Pohon-pohon yang tidak berbuah akan ditebang dan dibakar.

Kata “setiap” artinya setiap orang.
Setiap orang berurusan dengan Allah Penciptanya.
Tuhan telah melakukan bagianNya, melalui karya keselamatan yang dikerjakanNya sendiri.
Bagian kita…merespon dengan benar peringatan-peringatan Tuhan, dengan bertobat dan menghasilkan buah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here