Ingin Tahu Kebenaran VS Pembenaran Diri

0
427

Oleh : IL

(BE Yohanes 9:24-38)

Lalu mereka memanggil sekali lagi orang yang tadinya buta itu dan berkata kepadanya: “Katakanlah kebenaran di hadapan Allah; kami tahu bahwa orang itu orang berdosa.” Jawabnya: “Apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat.”
Kata mereka kepadanya: “Apakah yang diperbuat-Nya padamu? Bagaimana Ia memelekkan matamu?”
Jawabnya: “Telah kukatakan kepadamu, dan kamu tidak mendengarkannya; mengapa kamu hendak mendengarkannya lagi?
Barangkali kamu mau menjadi murid-Nya juga?” Sambil mengejek mereka berkata kepadanya: “Engkau murid orang itu tetapi kami murid-murid Musa. Kami tahu, bahwa Allah telah berfirman kepada Musa, tetapi tentang Dia itu kami tidak tahu dari mana Ia datang.”
Jawab orang itu kepada mereka: “Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang, sedangkan Ia telah memelekkan mataku.
Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya.
Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta.
Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa.”
Jawab mereka: “Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?”
Lalu mereka mengusir dia ke luar. Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka.
Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: “Percayakah engkau kepada Anak Manusia?”
Jawabnya: “Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya.”
Kata Yesus kepadanya: “Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!”
Katanya: “Aku percaya, Tuhan!” Lalu ia sujud menyembah-Nya.

*Perenungan:”

  1. Dari nats di atas, terlihat ada 2 sikap hati yang kontras satu sama lain:
    a.Hati yang tidak bisa menerima kebenaran
    Orang-orang farisi merasa diri super, sebagai orang-orang yang telah melakukan tradisi Yahudi dengan sangat ketat mereka menganggap semua orang lain sebagai rendah dan berdosa.
    Ketika Yesus mengaduk tanah lalu menyembuhkan orang buta sejak lahir pada Hari Sabat, dengan roh agamawi yang kuat mereka langsung berpikiran bahwa Yesus pasti orang berdosa, pelanggar hukum Sabat.
    Padahal saat itu, bila ada hewan peliharaan terperosok ke lubang pada hari Sabat, maka diperbolehkan menolong hewan tersebut, tidak usah menungu hari Sabat lewat.

Orang-orang Farisi langsung menginterogasi ex orang buta sejak lahir tersebut.
Mereka mempermasalahkan bahwa penyembuhan orang buta tersebut terjadi tepat pada hari Sabat.
Berulang-ulang mereka menanyakan hal yang sama yaitu bagaimana cara Yesus memelekkan mata orang buta sejak lahir tersebut.
Memang peristiwa orang buta sejak lahir bisa dicelikkan, merupakan mujizat yang sangat luar biasa yang belum pernah terjadi!
Sungguh tidak dapat dipercaya… namun benar-benar terjadi!
Masyarakat mengenal sekali pengemis buta yang berpuluh tahun mengemis kemudian bertemu kembali dan telah sembuh… Woww.. luar biasa….
Bahkan orang tua orang buta sejak lahir itu pun sampai dipanggil untuk memberikan kesaksian bahwa memang orang tersebut benar-benar lahir buta.

Orang Yahudi bertanya berkali-kali kepada ex orang buta sejak lahir tersebut, dan mereka masih juga tidak dapat melihat kebenaran
bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah.

Roh agamawi membutakan dan mengeraskan hati mereka sehingga mereka tidak bisa melihat kebenaran.

b. Hati yang percaya dan menerima kebenaran
Ex orang buta sejak lahir disembuhkan Yesus, namun belum pernah melihat Yesus, karena ia baru bisa melihat ketika membasuh matanya di Kolam Siloam sesuai perintah Yesus.
Ex orang buta tersebut mengalami peristiwa yang tidak mengenakkan, ia diusir oleh orang-orang farisi.
Saat itulah….. Yesus sengaja menemuiNya…ia mendapat kesempatan kedua untuk bertemu Yesus…kali ini ia bisa melihat wajah Yesus.
Ia tidak mengenaliNya, namun Yesus menyapa dan memperkenalkan diriNya. Yesus mengakui bahwa diriNya lah Anak Manusia.
Anak Manusia merupakan panggilan dari Mesias yang dinanti-nantikan oleh orang Yahudi.
Ex orang buta tersebut percaya dan sujud menyembah Yesus.

Kejadian itu terjadi di muka umum, Ex orang buta tersebut melakukan tindakan yang sangat beresiko.
Orang Yahudi memegang hukum Musa dengan ketat, sehingga mereka tidak akan menyembah apa pun dan siapa pun selain dari Tuhan.
Bayangkan…sekalipun dikelilingi orang-orang yang menolak Yesus sebagai Mesias, Anak Allah, ex orang buta tersebut sujud menyembah Yesus
sebagai tanda percaya bahwa Yesus adalah Tuhan..dan itu beresiko bukan saja dikucilkan, namun ada resiko mendapat hukuman dan penganiayaan.

Ex orang buta tersebut menerima anugerah, bukan saja kesembuhan jasmani, tetapi juga kesembuhan rohani.

  1. Ada yang menarik dari perkataan orang-orang Yahudi kepada ex orang buta tersebut..
    “Katakanlah kebenaran di hadapan Allah; kami tahu bahwa orang itu orang berdosa.”
    Orang-orang Yahudi minta agar kebenaran dinyatakan, tetapi mereka sudah memiliki paradigma yang salah tentang Yesus, mereka dengan yakin berpikir Yesus adalah orang berdosa.

Kebenaran tidak akan Tuhan singkapkan kepada orang-orang yang merasa sudah tahu kebenaran, namun tidak sungguh-sungguh mencari kebenaran, bahkan yang hanya mencari pembenaran atas pemikiran mereka sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here