Oleh : IL
Bacaan: 2 Samuel 1:1-27
Perenungan:
Kitab 1 Samuel ditutup dengan peristiwa matinya raja Saul.
Kitab 2 Samuel diawali dengan peristiwa di mana Daud menerima kabar tentang kematian raja Saul dan kematian Yonatan, anak Saul, sahabat Daud.
Seorang tentara, dari pihak Saul, yang ternyata adalah orang Amalek, memberi kabar kepada Daud tentang kematian raja Saul,
dengan bukti mahkota dan gelang yang dipakai oleh Saul.
Ia mengaku dia sendirilah yang telah membunuh raja Saul yang sedang sekarat.
Tentara tersebut menceritakan kebohongan karena menganggap Daud, yang adalah musuh Saul akan memberi penghargaan kepadanya..
Mungkin ia ingin mendapatkan hadiah berharga, atau jabatan.
Namun.. tidak seperti yang ia kira, Daud malah berduka atas kematian Saul dan Yonatan.
Bahkan Daud marah kepada tentara tersebut karena berani membunuh orang yang diurapi Tuhan. Tanpa berpikir dua kali, Daud memerintahkan anak buahnya untuk memarang orang tersebut.
Bagi Daud, tidak ada satu orang pun yang layak menjamah raja Saul, seorang yang diurapi oleh Tuhan.
Daud sangat berduka dengan kematian raja Saul dan Yonatan, sehingga ia menggubah sebuah nyanyian ratapan.
Dalam nyanyian ratapan ini Daud menyebut raja Saul dan Yonatan sebagai para pahlawan yang hebat, gesit dan telah berjasa bagi bangsa Israel.
Sebagai musuh raja Saul, Daud masih dapat melihat kebaikan-kebaikan yang ada pada Saul.
Sanjungan Daud kepada raja Saul dan Yonatan dalam nyanyian ratapan ini benar-benar bukan basa basi, tapi sungguh-sungguh keluar dari hati Daud, sampai kemudian Daud memerintahkan untuk diajarkan kepada bani Yehuda.
Mengapa Daud tidak mendendam kepada raja Saul?
karena Saul maka hidup Daud yang semula aman-amam saja berubah menjadi begitu sengsara, hidup dalam pelarian dan selalu dalam keadaan bahaya dan mencekam dan itu bukan dijalani dalam waktu singkat… namun sangat lama… menghabiskan belasan tahun hidupnya!
Bahkan… bukan hanya Daud, tetapi juga kedua orang tua nya dan saudara-saudaranya menjadi incaran dicelakai oleh Saul..
dan keluarga Daud pun melarikan diri ke gua Adulam..
sampai-sampai Daud pernah menitipkan kedua orang tua nya kepada raja Moab (1 Samuel 22:3).
Betapa jahatnya yang telah diperbuat oleh raja Saul yang begitu gemasnya memburu Daud untuk membunuh & mengambil nyawanya.
Bahkan Saul pernah membunuh 85 puluh imam dan penduduk satu kota hanya karena ada seorang imam yang memberi roti kepada Daud yang dalam pelarian. (1 Samuel 22).
Sikap Daud ini sungguh mengherankan sekali!
Mengapa Daud tidak menjadi kepahitan dan kebencian kepada Saul?
Setelah kematian raja Saul, Daud bertanya kepada Tuhan, kemana ia harus pergi…
Dan Tuhan menunjukkan bahwa Daud harus pergi ke Hebron..
Dan di Hebron itu Daud diangkat menjad raja atas Yehuda.
Daud mengerti betul rancangan Tuhan atas hidupnya, yaitu untuk menjadi raja atas Israel menggantikan Saul.
Daud tidak mengijinkan ada kepahitan, kebencian yang akan merusakkan rencana Tuhan atas hidupnya!
Seperti Yusuf…
Daud pun menyadari bahwa apa yang ia alami adalah proses yang harus ia jalani, di mana Tuhan sedang mempersiapkan dirinya untuk menerima penggenapan janji Tuhan.
Sungguh ga worthed banget untuk terus hidup dalam kepahitan, yang berakibat rancangan Tuhan yang indah tidak terjadi…
Aplikasi:
- Mari terus hidup dan menghidupi panggilan Tuhan.
- Jaga hati agar tidak terdistraksi oleh kepahitan, kebencian, iri hati..
karena semua itu menghalangi rancangan Tuhan terjadi dalam hidup kita… - Mari menguatkan kepercayaan kita bahwa akan adanya waktu Tuhan…
di mana masalah ada expire date nya… dan rancangan Tuhan bisa terjadi dalam hidup kita. - Menyadari bahwa
Sungguh ga worthed banget untuk terus hidup dalam kepahitan, yang berakibat rancangan Tuhan yang indah tidak terjadi…
Mari menyerahkan penghakiman kepada Tuhan, agar hati kita dapat terus dijaga dan mengikuti panggilan Tuhan,
Efesus 4:31
Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah
hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.











