Berpihak dan Bersiap

0
81

Oleh : IL

1 Tawarikh 12:1-7
Inilah orang-orang yang datang kepada Daud di Ziklag, selama ia harus menyingkir karena Saul bin Kish.
Mereka pun termasuk pahlawan-pahlawan yang membantu dia dalam peperangan.
Mereka bersenjatakan panah, dan sanggup melontarkan batu dan menembakkan anak-anak panah dari busur
dengan tangan kanan atau tangan kiri. Mereka itu dari saudara-saudara sesuku Saul, dari orang Benyamin:
Abiezer, kepala, dan Yoas, anak-anak Semaa orang Gibea; Yeziel dan Pelet, anak-anak Azmawet, Berakha dan Yehu, orang Anatot;
Yismaya, orang Gibeon, seorang pahlawan di antara ketiga puluh orang itu, yang mengepalai tiga puluh orang; Yeremia, Yehaziel, Yohanan dan Yozabad, orang Gedera; Eluzai, Yerimot, Bealya, Semarya dan Sefaca, orang Harufi; Elkana, Yisia, Azareel, Yoëzer dan Yasobam, orang-orang Korah; Yoëla, Zebaja, anak-anak Yeroham, dari Gedor.

Perenungan:

  1. Ada orang-orang hebat, para pahlawan dari suku Benyamin, yaitu orang-orang sesuku dengan raja Saul, namun mereka memutuskan untuk berpihak kepada Daud, seorang buronan..pelarian yang dikejar-kejar oleh raja Saul.
    Mengapa orang-orang tersebut rela meninggalkan kenyamanan dan fasilitas kerajaan dan mengikuti Daud di tempat pelariannya?
    Karena mereka tahu bahwa Daud adalah orang yang telah ditetapkan oleh Tuhan untuk menjadi raja.
    Dan keputusan besar yang mereka buat adalah keputusan yang sangat tepat!

Ķepada siapa kita berpihak, akan menentukan arah hidup dan menjadi titik penentu apakah kita akan menerima rancangan Tuhan yang terbaik dalam hidup kita atau tidak.

  1. Apa yang dilakukan Daud dan orang-orangnya dalam masa pengasingan…
    Apakah mereka berleha-leha menunggu datangnya hari yang lebih baik?
    Ternyata tidak!
    Daud dan pengikutnya terus melatih diri, mempersiapkan diri menjadi prajurit-prajurit yang tangguh..
    Melempar panah, dan umban batu dengan tangan kiri dan kanan adalah keahlian yang tidak biasa, tidak lumrah, dan mereka melatih diri sampai level setinggi itu.. level advance!

Mereka melakukannya bukan hanya sebagai kegiatan iseng untuk mengisi waktu, tapi mereka tahu suatu saat keahlian mereka akan digunakan pada peperangan yang sesungguhnya.
Mereka bersungguh-sungguh menyiapkan diri sehingga siap diterjunkan ke area peperangan melawan musuh.
Para pahlawan tersebut bukan sekonyong-sekonyong menjadi orang-orang yang hebat yang tidak gentar melawan musuh, tapi ada mental, fisik, juga roh yang dilatih, sehingga saat semua orang mundur, mereka bisa menjadi orang-orang yang tetap teguh bertahan
dan Tuhan memberikan kemenangan yang gilang gemilang.

Aplikasi:

  1. Apakah keputusan-keputusan kita adalah keputusan yang berpihak kepada Tuhan dan rancangan Tuhan..
    Ataukah keputusan dari diri kita sendiri, yang mengandalkan logika kita, dan bagi keuntungan atau kenyamanan diri kita sendiri
    Dan tidak memedulikan apa yang menjadi rancangan Tuhan?
    Mari mengambil keputusan yang tepat seperti pahlawan-pahlawan dari bani Benyamin, yang tahu kepada siapa harus berpihak..
    yang tahu ada peperangan Tuhan yang harus dimenangkan.
  2. Apakah dalam masa penantian kita hanya berdiam diri, cenderung pasif, dan hanya menantikan kondisi situasi berubah, hanya menantikan datangnya kesempatan yang lebih baik dari hari ini?

Ataukah….kita menjadi orang-orang yang selalu bergairah menangkap rancangan Tuhan, yang mau mempersiapkan diri, sungguh-sungguh memperlengkapi diri dengan spirit of excellent, melatih diri sampai level tertinggi.. level advance sehingga siap untuk bisa dipakai menjadi alat Tuhan dan memberikan yang terbaik bagi Tuhan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here