Ada Panggilan Ilahi Dibalik Mujizat Yang Kita Alami

0
10

Oleh : IL

(BE Lukas 5:1-11)

Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.
Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.
Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai.
Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon:
“Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”
Simon menjawab:
“Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya,
aku akan menebarkan jala juga.”
Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya.
Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata:
“Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.”
Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;
demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon.
Kata Yesus kepada Simon:
“Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.”
Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

Perenungan:

  1. Kegagalan Petrus dan kawan-kawan membuka jalan bagi Tuhan untuk melakukan mujizat.
    Bila malam itu Petrus dan kawan-kawan sudah mendapat banyak ikan, tentu saja mereka tidak merasa perlu diberi lagi mujizat dapat ikan super banyak.
  2. Ketaatan merupakan langkah awal dan prasyarat untuk menerima mujizat.
    Bayangkan bila Petrus dan kawan-kawan menolak menebarkan jala ketika disuruh oleh Yesus.
    Maka mereka tidak akan mengalami mujizat.
    mereka tidak akan mendapat tangkapan ikan dalam jumlah sangat besar tersebut.

Mengapa Yesus meminta Petrus dan kawan-kawan menebarkan jala dulu sebelum memberikan mujizatNya?
Mengapa tidak langsung saja membuat ratusan ikan-ikan melompat masuk ke dalam perahu Petrus?
Karena Yesus ingin membangun iman & ketaatan si penerima mujizat tersebut.
Alasan Petrus menebarkan jala adalah karena ia mau menaati Yesus, bukan karena Petrus tahu bahwa ia akan mendapat ikan yang super banyak itu.

Melakukan ketaatan kepada Tuhan, sekalipun belum tahu pasti apa yang akan Tuhan lakukan…adalah wujud dari iman.
Dan iman merupakan jalan masuk kepada mujizat.

  1. Respon Simon Petrus ketika menerima mujizat Tuhan, di mana ia berhasil menangkap begitu banyak ikan adalah tersungkur di depan Yesus.
    Petrus tidak sibuk mengumpulkan ikan-ikan tersebut, tidak sibuk memikirkan bagaimana menyimpan atau menjual ikan-ikan tersebut..
    tidak juga merasa bangga diri berhasil memperoleh tangkapan begitu besar..dengan gentar Petrus tersungkur!
    Mengapa?
    Karena Petrus tahu..
    Karena Petrus menangkap dengan tepat…. ada yang jauuuhh lebih berharga dari ikan-ikan yang banyak itu..
    Ada undangan Kerajaan Allah baginya….ada hak istimewa untuk masuk dalam rencanaNya..dan Petrus sama sekali tidak menjadi sombong..
    malah ia merasa sangat tidak layak..
    Namun Yesus memberikan kepercayaan & visi kepada Petrus dan juga kepada kita saat ini..
    “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.”
  2. Kalimat “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.”
    memiliki makna yang dalam:
    a. Jangan takut
    Merupakan kalimat yang memberikan jaminan, bahwa Tuhan sendirilah yang pegang kendali…Tuhan sendiri yang menjadi arsitek, perancang kehidupan kita.

b. Mulai sekarang
– menunjukkan tanpa penundaan.
– menunjukkan urgensi tugas yang diembankan
– menunjukkan bahwa Tuhan sedang berkarya mengerjakan mulai saat itu.

c. engkau akan menjadi penjala manusia
Menunjukkan bahwa ini bukan usaha Petrus, bukan karena kehebatan Petrus…tapi ini perkataan nubuatan Tuhan yang pasti terjadi.
Bagian Petrus adalah taat mengikuti tuntunan Tuhan.

Aplikasi:

  1. Jangan kecewa atau tawar hati ketika saat ini kita sedang mengalami kegagalan, keterpurukan…
    mungkin itu cara Tuhan membuka jalan agar kita mengalami sendiri mujizat Tuhan,
    mungkin itu cara Tuhan menarik kita datang mendekat kepada Tuhan,
    mungkin itu cara Tuhan membawa kita masuk dalam rancangan Tuhan yang besar,
    cara Tuhan menyampaikan undanganNya untuk mendapat hak istimewa menjadi rekan sekerjaNya.
  2. Lakukan langkah ketaatan, sekalipun Tuhan belum membukakan dengan jelas apa yang Tuhan sedang dan akan kerjakan.
  3. Ketika Tuhan memberikan mujizat dalam hidup kita, jangan sampai kita sibuk dengan objek atau hasil mujizar tersebut..
    ada maksud Tuhan dalam hidup kita.
    Ada hal yang jauh lebih bernilai dari hasil mujizat, yaitu.. ada panggilan ilahi… kita dipanggil menjadi saksiNya.

Sebagai orang yang mengalami sendiri mujizat dari Tuhan, kita dipanggil Tuhan untuk menyaksikan Tuhan kepada orang yang belum mengenal Tuhan, kepada orang-orang yang belum mengalami mujizatNya..agar mereka pun dapat mengalami dan menerima kasih & mujizat terbesar yang Tuhan sediakan bagi semua manusia..yaitu keselamatan.

  1. Tidak ragu-ragu atau takut merespon panggilan Tuhan, karena Tuhan lah yang berkarya di dalam kita.
    Seperti Petrus yang dipanggil Tuhan dalam keadaan tidak layak, demikian pula Tuhan memanggil kita bukan karena kuat gagah atau kehebatan kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here