Wrong Turn

0
639

Oleh : AP

1 Samuel 27:1-2, 12 (TB) Tetapi Daud berpikir dalam hatinya: “Bagaimanapun juga pada suatu hari aku akan binasa oleh tangan Saul. Jadi tidak ada yang lebih baik bagiku selain meluputkan diri dengan segera ke negeri orang Filistin; maka tidak ada harapan bagi Saul untuk mencari aku lagi di seluruh daerah Israel dan aku akan terluput dari tangannya.”
Bersiaplah Daud, lalu berjalan ke sana, ia dan keenam ratus orang yang bersama-sama dengan dia itu, kepada Akhis bin Maokh, raja kota Gat.
Tetapi Akhis mempercayai Daud, sebab pikirnya: “Tentulah ia telah membuat diri dibenci di antara orang Israel, bangsanya; ia akan menjadi hambaku sampai selamanya.”

Perenungan
Siapa yang tidak tahu Daud mengalahkan pahlawan seorang raksasa Filistin Goliat.
Akhis raja Filistin kota Gat tahu persis siapa Daud dan mengapa Daud datang berlindung padanya.
Ini adalah kedua kalinya Daud datang kepada Akhis untuk berlindung dari Saul.

Akhis sangat mengagumi Daud dan menganggapnya suatu aset yang besar bila Daud mau mengabdi kepadanya.

Perenungan
Suatu kesalahan yang dilakukan Daud ketika ia dalam keadaan lesu, lelah dikejar-kejar Saul setelah ia berkali-kali mengampuni nyawa Saul : Daud tidak bertanya kepada Tuhan tetapi memutuskan untuk berlindung pada musuh, Ia mengalami masa santai selama satu tahun lebih di ziglag karena perkenanan Akhis.

Tetapi suatu hari Daud mengerti arti kesalahannya berlindung pada musuh.

Penerapan
Allah adalah gunung batu , perlindungan ku dan kekuatan ku.
Mazmur ini ditulis Daud untuk menunjukkan ia berlindung pada Allah Israel.
Tetapi ia pernah melakukan kesalahan yaitu berlindung pada Akhis. Kesalahan ini ia bayar mahal di ziglag.
Di Ziglag Daud kembali bertanya kepada Tuhan setelah anak, istri dan semua milik pengikutnya diangkut Amalek.

Kesimpulan:
Jangan salah langkah dengan berlindung pada musuh meskipun penawarannya menarik dan sepertinya memberi kelegaan.
Apa yang kelihatannya aman dan baik-baik saja di luar Tuhan bukan berarti benar.
Jangan mencari jalan di luar kebenaran Firman Tuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here