Kriteria Orang-Orang Yang Diberkati Tuhan

0
114

Oleh : IL

(BE Matius 5:3-12)

(AYT) “Diberkatilah orang yang miskin dalam roh sebab mereka yang mempunyai Kerajaan Surga.
Diberkatilah mereka yang berdukacita sebab mereka akan dihibur.
Diberkatilah orang yang lembut hatinya sebab mereka akan mewarisi bumi.
Diberkatilah mereka yang lapar dan haus akan kebenaran sebab mereka akan dikenyangkan.
Diberkatilah mereka yang berbelas kasihan sebab mereka akan memperoleh belas kasihan.
Diberkatilah mereka yang murni hatinya sebab mereka akan melihat Allah.
Diberkatilah mereka yang membawa damai sebab mereka akan disebut anak-anak Allah.
Diberkatilah mereka yang dianiaya demi kebenaran sebab mereka yang memiliki Kerajaan Surga.
Diberkatilah kamu apabila orang mencelamu dan menganiayamu, dan mengatakan segala macam perkataan jahat terhadapmu dengan fitnah karena Aku.
Bersukacita dan bergembiralah karena besar upahmu di surga, karena demikianlah mereka menganiaya para nabi sebelum kamu.”

Perenungan:
Kelompok orang dengan kriteria apa saja, sehingga Yesus memberikan berkat kepada mereka?
a. Faktor dalam, berhubungan dengan rohani
Orang-orang dengan sikap hati yang benar sehingga Tuhan begitu berkenan, dan memberkati mereka.

Sikap hati dalam hubungan dengan Tuhan:

  • Orang yang miskin di hadapan Tuhan (TB).
    Miskin di sini bukan tentang kepemilikan terhadap harta jasmani, tapi betul-betul merupakan sikap hati, bagaimana pikiran, ucapan, tindakannya dalam kehidupan sehari-hari, apakah mencerminkan hati yang takut akan Tuhan, sungguh-sungguh memerlukan Tuhan,
    menyadari bahwa tanpa Tuhan, tidak mampu.
  • yang lembut hati,
  • yang lapar & haus akan kebenaran.

Sikap hati dalam hubungan dengan sesama:

  • yang berbelas kasihan
  • yang murni hatinya (Tidak ada motivasi terselubung)
  • yang membawa damai (Tidak suka konflik, kerinduannya agar hubungan dengan sesama baik, turut mendamaikan saat ada yang sedang konflik.)

b. Faktor dalam berhubungan dengan jiwa, perasaan negatif.
Orang yang berdukacita.
Tidak dijelaskan secara spesifik, apa alasan orang tersebut berdukacita.
Apakah hanya yang berdukacita karena ketidakbenaran?
Ataukah berdukacita secara umum, karena menghadapi masalah pelik?
Kemungkinan maksud berdukacita di sini adalah secara umum.

Pernyataan Yesus ini cukup kontroversial..
Bagaimana mungkin bisa dikatakan diberkati, atau berbahagia saat kita berdukacita?
Ketika dunia mengejar kebahagiaan melalui materi, pencapaian, jabatan dan sebagainya..Yesus menyebutkan bahwa ada sumber penghiburan yang sejati, yang akan terus bertahan sampai di kekekalan, yaitu penghiburan dan sukacita dari Tuhan.
Nah.. untuk mendapatkan penghiburan ini, orang tersebut perlu datang kepada Tuhan.
Dukacita tak akan berubah menjadi sukacita dengan sendirinya, perlu tindakan aktif untuk datang kepada Tuhan sumber sukacita yang sejati.

c. Faktor luar, sebagai konsekuensi menjalankan kebenaran.
Dicela, difitnah, dianiaya oleh sebab kebenaran.
Yesus tanpa bermulut manis menyatakan dengan blak-blakan bahwa ada konsekuensi saat seseorang memutuskan mengikut Yesus.
Pengikut Yesus yang sungguh-sungguh menjalankan kebenaran, secara otomatis menjadi musuh dunia, menjadi musuh kerajaan gelap, dan menjadi target serangan kerajaan gelap.
Dan Yesus berkata… diberkatilah… berbahagialah!

Mengapa bisa demikian?
Bukankah dicela, difitnah, dianiaya adalah sesuatu yang sangat tidak menyenangkan, bahkan cukup menakutkan?
Inilah alasan Yesus…
Karena Tuhan menyediakan hal-hal yang jauuuhhh lebih berharga kepada mereka yang telah menyerahkan hidupnya untuk Tuhan,
kepada mereka yang berani bayar harga demi menjalankan kebenaran, kepada mereka yang telah taat kepada Tuhan.
Apa sajakah hal-hal yang sangat berharga tersebut?
– Kerajaan Surga.
– Upah yang besar di surga

Roma 8:18
Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

Aplikasi:
Mau menyelaraskan dengan kriteria yang Yesus katakan, sehingga kita termasuk orang yang diberkati oleh Tuhan.

  1. Mari cek sikap hati kita dalam hubungan dengan Tuhan.
    Apakah mencerminkan hati yang angkuh, yang merasa tidak memerlukan Tuhan, yang merasa terganggu ketika mendengar aturan-aturan & nilai-nilai Tuhan, menganggap tidak relevan dengan kehidupan masa sekarang?
    Hati yang enggan tunduk untuk diarahkan Tuhan, yang banyak memberikan alasan-alasan penolakan yang seakan masuk akal, yang tidak mau mengikuti nilai-nilai Kerajaan Allah, lebih suka mengikuti nilai-nilai diri, nilai-nilai dunia & nilai-nilai kerajaan kegelapan.
  2. Mari cek sikap hati kita dalam hubungan dengan sesama.
    Apakah ada hati yang penuh belas kasihan kepada sesama? adakah motivasi-motivasi tersembunyi yang tidak murni?
    apakah kita termasuk yang suka mengalah, suka damai dan mendamaikan?
    ataukah kita lebih suka menantang, ingin menang sendiri & senang “perang”
    demi harga diriku, demi ……….ku, demi …….. ku?
  3. Mari cek kerelaan & keberanian kita untuk menyatakan & berpegang pada kebenaran, memberitakan tentang Kerajaan Allah,
    sekalipun menghadapi tantangan & aniaya.

Yesus berkata kepada orang-orang yang menerima aniaya oleh sebab kebenaran sebagai berikut :
Bersukacitadan bergembiralah karena besar upahmu di surga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here