Serupa Dengan Dunia

0
606

Pembacaan Hakim-Hakim 19-20
Diceritakan ada seorang Lewi yang tinggal di daerah pegunungan Efraim yang menjemput gundiknya di Betlehem.
Karena jamuan mertuanya maka beberapa hari ia menunda perjalanan pulang.
Sampai akhirnya ia memaksakan pergi pulang di sore hari dan sampai di Gibea.

Perenungan
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Orang Lewi menganggap Gibea daerah Israel lebih baik dari Yebus daerah orang Kanaan
  2. Tidak ada yang mau ditumpangi rumahnya selain orang asing (sama-sama dari Efraim) yang tinggal di Gibea
  3. Sekelompok orang Benyamin (kemungkinan orang-orang jahat) mengepung dan ingin memperkosa orang Lewi (sodomi)
  4. Mereka memperkosa gundik orang Lewi sampai mati
  5. Orang Benyamin membela dan menyetujui perbuatan jahat orang Gibea

Penerapan
Dari narasi Hakim-Hakim 19-20 terlihat degradasi moral di daerah Gibea (tempat kelahiran Saul), mereka sudah menganggap homoseksual dan kejahatan seksual lainnya suatu yang lazim.
Bahkan seluruh suku Benyamin membela mereka yang berbuat jahat.
Mereka sudah tidak memedulikan Hukum Taurat Tuhan (Hukum Musa).
Mereka lebih suka berperang melawan saudara mereka demi mempertahankan kejahatan mereka.

Pelajarannya:
Rasul Yohanes mengingatkan orang percaya betapa jauhnya mereka jatuh dalam dosa dan tidak menyadarinya.

Wahyu 2:4-5 (TB) Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

Orang percaya bisa melakukan seperti orang Gibea yang meninggalkan Tuhan karena mereka sudah dibutakan matanya oleh ilah dunia dan kenikmatan nya.

Jadi kita orang percaya harus berhati-hati selalu koreksi diri seberapa dalam kita sudah jauh dari Tuhan dan segera bertobat
Mungkin ada saudara seiman yang menegur (seperti Benyamin ditegur oleh saudara-saudaranya).
Jangan mengeraskan hati tetapi pilihlah untuk berbalik ke kebenaran Firman Tuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here