Self-Centered vs God-Centered

0
581

Oleh : Il

Empat puluh tahun sudah orang Israel dijajah bangsa Filistin (Hakim-hakim 13:1), kemudian Tuhan merancangkan penyelamatan bagi umat-Nya.

Hakim-hakim 13:1
Orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata TUHAN; sebab itu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Filistin empat puluh tahun lamanya.

Simson, dirancangkan Tuhan untuk menjadi pembebas Israel bahkan sebelum ia dikandung oleh ibunya.
Tuhan merancangkan hal-hal yang luar biasa bagi Simson, dan untuk mewujudkan hal tersebut Simson perlu membayar harga yaitu ia harus menjaga kekudusan hidupnya, hidup sebagai nazir Allah.Namun apa yang terjadi? Setiap perintah Tuhan tentang kenaziran dilanggarnya, Simson hidup memuaskan semua nafsunya tanpa batas, kekuatan super yang Tuhan berikan malah disalah gunakan untuk bermain-main dengan dosa dan kecemaran.
Berkali–kali ia memilih untuk terlibat dengan perempuan-perempuan Filistin.

Mari kita perhatikan apa yang Simson lakukan berkaitan dengan panggilan Tuhan menjadi penyelamat Israel dari tangan Filistin:

  1. Membunuh 30 orang Filistin di kota Askelon.
    Apa alasannya?
    Karena Simson harus memenuhi janjinya untuk memberikan 30 helai pakaian lenan karena teka-tekinya berhasil ditebak (Hakim-hakim 14:12-19).
  2. Membakar gandum dan kebun zaitun milik orang Filistin dengan cara melepaskan 300 ekor anjing hutan, diambilnya obor, diikatnya ekor dengan ekor dan ditaruhnya sebuah obor di antara tiap-tiap dua ekor.
    Apa alasannya?
    Karena Simson marah akibat ayah mertuanya memberikan isterinya kepada orang lain, setelah sebelumnya Simson meninggalkan isterinya begitu saja di pesta pernikahan mereka. (Hakim-hakim 15:3-5)
  3. Meremukkan tulang-tulang orang-orang Filistin
    Apa alasannya?
    Karena Simson membalas orang-orang yang membakar istri dan ayah mertuanya. (Hakim-hakim 15:7-8)
  4. Membunuh 1000 orang Filistin dengan tulang rahang keledai.
    Apa alasannya?
    Karena ia dikepung dan akan dibunuh. (Hak. 15:15-16)

Dua kali dicatat Simson berteriak kepada Tuhan, apa alasannya?

  1. Meminta air, karena Simson sangat haus setelah membunuh 1000 orang Filistin dengan rahang keledai yang belum lama mati. (Hakim-hakim 15:18).
  2. Simson meminta kekuatan supranatural dari Tuhan, karena ia mau membalaskan dendamnya kepada orang Filistin yang telah mencungkil kedua matanya. Ia mencabut pilar bangunan, sehingga seluruh raja-raja dan orang Filistin di dalam bangunan itu mati, termasuk Simson. (Hakim-hakim 16:28)

Perenungan:
Simson merupakan salah satu hakim yang dibangkitkan oleh Tuhan untuk menyelamatkan umat-Nya dari tangan musuh.

Ada beberapa kesempatan di mana Simson membunuh orang Filistin, dan di akhir hidupnya ia membunuh raja-raja Filistin dan banyak sekali orang Filistin sehingga yang ia bunuh pada waktu matinya itu lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya. (Hakim-hakim 16:30).

Namun bila diperhatikan, dalam setiap kesempatan, motivasi yang mendorongnya membunuh orang Filistin bukanlah karena ia ingin memenuhi panggilan Tuhan, yaitu menyelamatkan umat Tuhan dari penindasan musuh. Motivasi Simson membunuh Filistin hanya untuk kepentingan dirinya sendiri… tidak lebih!
Bahkan di akhir hidupnya pun, tidak ada penyesalan di hadapan Tuhan karena berkali-kali melanggar yang Tuhan perintahkan.
Simson berseru kepada Tuhan untuk terakhir kali agar ia dapat membalaskan dendamnya. Ya! lagi-lagi untuk kepentingannya sendiri.

Sekalipun Simson hidup jauh dari rancangan Tuhan yang seharusnya, namun Tuhan tetap mendatangkan kelegaan bagi umat-Nya lewat tindakan-tindakan Simson tersebut.

Aplikasi:

  1. Apakah yang menjadi motivasi utama saat kita melakukan sesuatu?
    Apakah selalu untuk diri kita sendiri?
    Ataukah kita ingin agar rancangan Tuhan tergenapi dalam hidup kita, dan berdampak bagi orang-orang sekitar kita?
  2. Apakah yang kita serukan di hadapan Tuhan?
    Sekedar kebutuhan-kebutuhan kita?
    Ataukah tentang Tuhan dan perbuatan-perbuatan-Nya?

Efesus 2:10
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya.
Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here