Menghargai Janji Tuhan vs Menganggap Remeh

0
114

Oleh : IL

Bilangan 11:1
Pada suatu kali bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang nasib buruk mereka, dan ketika TUHAN mendengarnya bangkitlah murka-Nya, kemudian menyalalah api TUHAN di antara mereka dan merajalela di tepi tempat perkemahan.

Perenungan:
Kehidupan di padang gurun bukanlah sebuah kehidupan yang mudah, segala sesuatunya sangat terbatas.
Dalam perjalanan orang Israel menuju tanah perjanjian, orang Israel bersungut-sungut dan merasa bahwa nasib mereka begitu buruk…merasa terkatung-katung di padang gurun.
Ketika melihat orang Israel bersungut-sungut di hadapan Tuhan, maka Tuhan sangat murka.

Mengapa Tuhan begitu murka ketika umat Tuhan bersungut-sungut dan merasa bahwa mereka bernasib buruk?

Ada beberapa alasan:

  1. Tuhan memiliki rancangan yang indah bagi umatNya.
    Tuhan membawa Israel keluar dari tempat perbudakan di Mesir menuju tanah perjanjian, untuk menjadi bangsa yang merdeka mengelola tanah yang berlimpah susu dan madu.
    Janji Tuhan ini telah disampaikan kepada umat Israel lewat Musa.
    Namun…dalam perjalanan…orang Israel seakan kehilangan tujuan Tuhan tersebut kehilangan kepercayaan atas janji Tuhan apa yang Tuhan janjikan mereka anggap remeh!
    Mereka hidup seakan tanpa tujuan..
    Berjalan di padang gurun…berkemah..Membongkar kemah..
    Hanya menjalani rutinitas tanpa ada gairah bahwa mereka sedang berjalan ke tujuan Tuhan. Sampai di satu titik kejenuhan melanda orang-orang Israel tersebut, dan mereka bersungut-sungut…mengeluh.. komplain di hadapan Tuhan merasa menjadi orang-orang paling kasihan di seluruh dunia. Mengenaskan sekali!
    Umat yang kepada mereka diberikan janji yang begitu besar, namun pikiran yang sempit membuat mereka bukan hanya tidak bergairah..
    namun hidup tanpa tujuan..hidup seperti orang tak berpengharapan..
    Inilah yang membuat Tuhan murka!
  2. Tuhan mempersiapkan umatNya
    Perjalanan di padang gurun dipakai Tuhan untuk menggembleng…mempersiapkan orang Israel menjadi umat yang tangguh.

Ketika umat Tuhan memiliki sikap mental yang hanya ingin menerima hal-hal yang enak dan menyenangkan, maka ketika mengalami proses,
ketika mengalami ujian, pengasahan…maka akan bersungut-sungut… mengomel dan memberontak kepada Tuhan.

Pada pasal sebelumnya, Tuhan melatih orang Israel, bangsa yang telah menjadi budak beratus-ratus tahun.. untuk menjadi pasukan terlatih, disiplin, dan peka menerima arahan Tuhan.
Namun….tanpa sungguh-sungguh menangkap visi Tuhan, maka ketaatan orang Israel hanya menjadi sekedar rutinitas tanpa arti.

Aplikasi:

  1. Berhati-hati dengan sikap kita di hadapan Tuhan.
    Sikap suka bersungut-sungut menunjukkan sikap tidak hormat dan tidak takut akan Tuhan, Sang Pemilik, Perancang, Pemelihara hidup kita.
  2. Percaya dan menghargai janji Tuhan sebagai sesuatu yang pasti akan terjadi, pasti akan digenapi selama respon kita benar di hadapan Tuhan.
    Beriman bahwa tanah perjanjian yang Tuhan janjikan adalah sesuatu yang pasti akan kita peroleh, dan tidak menganggap sebagai suatu yang mustahil.
  3. Menangkap dan menghidupi visi Tuhan, sehingga hidup yang kita jalani bukan hanya rutinitas yang membosankan, namun hidup yang penuh gairah, karena kita berjalan ke tujuan Tuhan.
  4. Menyadari bahwa masalah, tantangan, pergumulan merupakan proses yang Tuhan ijinkan untuk membentuk kita menjadi pribadi yang tangguh & memiliki karakter seperti yang Tuhan kehendaki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here