Jangan Menyerah

0
424

Oleh : IL

Ayub 6:8-13
Ah, kiranya terkabul permintaanku dan Allah memberi apa yang kuharapkan!
Kiranya Allah berkenan meremukkan aku, kiranya Ia melepaskan tangan-Nya dan menghabisi nyawaku!
Itulah yang masih merupakan hiburan bagiku, bahkan aku akan melompat-lompat kegirangan di waktu kepedihan yang tak kenal belas kasihan,
sebab aku tidak pernah menyangkal firman Yang Mahakudus.
Apakah kekuatanku, sehingga aku sanggup bertahan, dan apakah masa depanku, sehingga aku harus bersabar?
Apakah kekuatanku seperti kekuatan batu? Apakah tubuhku dari tembaga?
Bukankah tidak ada lagi pertolongan bagiku, dan keselamatan jauh dari padaku?

Perenungan:
Perkataan Ayub tersebut mencerminkan kondisinya saat itu, yaitu kehilangan kekuatan dan kehilangan pengharapan.
Satu-satunya harapannya ialah agar Tuhan mengambil nyawanya. Itulah satu-satunya harapan Ayub.

Karena Ayub merasakan tidak ada lagi yang sanggup menolongnya. Tidak ada yang sanggup menyelamatkannya.

Mengapa? Karena Ayub merasakan tangan Tuhan yang begitu berat melawannya tidak ada seorang pun yang sanggup melawan Tuhan.

Ayub 6:4
Karena anak panah dari Yang Mahakuasa tertancap pada tubuhku, dan racunnya diisap oleh jiwaku; kedahsyatan Allah seperti pasukan melawan aku.

Peristiwa Ayub ini sungguh amat berat, mungkin tidak ada orang lain yang mengalami kejadian seberat yang Ayub alami.
Sangat manusiawi sekali kalau Ayub kehilangan kekuatan dan pengharapan.

Ayub merasa berhak untuk kesal & marah dan merasa wajar untuk berkata-kata mencurahkan ketidakpuasannya mengingat betapa berat penderitaannya.

Ayub 6:2-3
“Ah, hendaklah kiranya kekesalan hatiku ditimbang, dan kemalanganku ditaruh bersama-sama di atas neraca!
Maka beratnya akan melebihi pasir di laut; oleh sebab itu tergesa-gesalah perkataanku.

Dan Ayub merasa pantas bila saat itu ia ingin mati saja.

Namun bila kita melihat akhir dari jalan hidup Ayub, kita semua akan setuju bahwa jangan menyerah.
Karena penderitaan yang Tuhan ijinkan, punya tujuan! Dan tujuan Tuhan yang amat baik itu jauh melebihi apa yang sanggup kita pikirkan.
Waktu mengikuti proses yang Tuhan ijinkan, … maka pemulihan adalah pasti!

Dan ada 1 langkah yang menjadi kunci pemulihan, yaitu datang pada Tuhan dengan kerendahan hati untuk mendengar suaraNya.

Ketika mengharapkan manusia, mungkin kekecewaan lah yang diperoleh. Sahabat-sahabat Ayub bukanlah orang-orang yang jahat,
mereka datang dari tempat mereka masing-masing meninggalkan keluarga & pekerjaannya khusus untuk berbelasungkawa & menghibur Ayub.
Mereka duduk bersama-sama Ayub di tanah selama 7 hari 7 malam (Ayub 2:13).

Namun … apa yang Ayub dapatkan? Malah kekesalan dan dukacita, karena bahkan sahabat-sahabatnya pun menghakimi dia sebagai pendosa yang menuai akibat dosa. Padahal dalam ketidak mengertiannya Ayub merasa apa yang diperbuatnya sudah benar…. tidak ada yang salah.

Aplikasi:
Dalam situasi terpuruk .. dalan ketidak mengertian, jangan menyerah…mari datang merendahkan diri di hadapan Tuhan Pencipta….Allah Pemilik & Pemelihara kita.

Mazmur 55:22
Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.

Roma 5:3-5
Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Roma 8:28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here