Jangan Melawan Rancangan Tuhan!

0
6

Oleh : IL

2 Samuel 2:8-32

Abner bin Ner, panglima Saul, telah mengambil Isyboset, anak Saul, dan membawanya ke Mahanaim serta menjadikannya raja atas Gilead, atas orang Asyuri, atas Yizreel, atas Efraim dan atas Benyamin, bahkan atas seluruh Israel.
Isyboset bin Saul berumur empat puluh tahun pada waktu ia menjadi raja atas Israel dan ia memerintah dua tahun lamanya.
Hanyalah kaum Yehuda yang mengikuti Daud.
Dan lamanya Daud memerintah di Hebron atas kaum Yehuda adalah tujuh tahun dan enam bulan.
Lalu Abner bin Ner dengan anak buah Isyboset bin Saul bergerak maju dari Mahanaim ke Gibeon.
Juga Yoab, anak Zeruya, dan anak buah Daud bergerak maju.
Mereka saling bertemu di telaga Gibeon, lalu tinggal di sana, pihak yang satu di tepi telaga sebelah sini, dan pihak yang lain di tepi telaga sebelah sana.
Berkatalah Abner kepada Yoab:
“Biarlah orang-orang muda tampil dan mengadakan pertandingan di depan kita.”
Jawab Yoab: “Baik.”
Lalu tampillah mereka dan berjalan lewat dengan dihitung: dua belas orang dari suku Benyamin, dari Isyboset, anak Saul, dan dua belas orang dari anak buah Daud.
Kemudian mereka masing-masing menangkap kepala lawannya, dan menikamkan pedangnya ke lambung lawannya, sehingga rebahlah mereka bersama-sama.
Sebab itu tempat itu disebutkan orang Helkat-Hazurim; letaknya dekat Gibeon.
Pada hari itu pertempuran sangat hebat, dan Abner serta orang-orang Israel terpukul kalah oleh anak buah Daud.
Ketiga anak laki-laki Zeruya, yakni Yoab, Abisai dan Asael ada di sana; Asael cepat larinya seperti kijang di padang.
Asael mengejar Abner dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dalam membuntutinya.
Lalu Abner berpaling ke belakang dan bertanya: “Engkaukah itu Asael?”
Jawabnya: “Ya, aku.”
Kemudian berkatalah Abner kepadanya:
“Menyimpanglah ke kiri atau ke kanan, tangkaplah salah seorang dari orang-orang muda itu dan ambillah senjatanya.”
Tetapi Asael tidak mau berhenti membuntuti Abner.
Berkatalah sekali lagi Abner kepada Asael:
“Berhentilah membuntuti aku. Apa aku harus memukul engkau sampai jatuh?
Bagaimana aku dapat memandang muka Yoab, abangmu itu?”
Tetapi Asael menolak berhenti.
Lalu Abner menusuk ke belakang ke perut Asael dengan tombaknya, sehingga tombak itu menembus belakangnya; dan rebahlah ia di sana dan mati di tempat itu juga.
Semua orang yang datang ke tempat Asael rebah dan mati itu, berhenti di sana. Tetapi Yoab dan Abisai mengejar Abner.
Ketika matahari masuk dan mereka sampai ke dekat bukit Ama, yang ada di sebelah timur Giah, ke arah padang gurun Gibeon,
berhimpunlah bani Benyamin di belakang Abner menjadi satu gabungan dan bersiap-siap di puncak sebuah bukit.
Berserulah Abner kepada Yoab:
“Haruskah pedang makan terus-menerus?
Tidak tahukah engkau, bahwa kepahitan datang pada akhirnya?
Berapa lama lagi engkau tidak mau mengatakan kepada rakyat itu, supaya mereka berhenti memburu saudara-saudaranya?”
Jawab Yoab: “Demi Allah yang hidup, sekiranya engkau berbicara tadi, maka tentulah sudah dari tadi pagi rakyat menarik diri dari memburu saudara-saudaranya.”
Lalu Yoab meniup sangkakala dan seluruh rakyat berhenti; mereka tidak lagi mengejar orang Israel dan tidak berperang lagi.
Semalam-malaman Abner dan orang-orangnya berjalan melalui Araba-Yordan, menyeberangi sungai Yordan, berjalan terus hampir sepanjang siang, lalu sampai ke Mahanaim.
Ketika Yoab berhenti memburu Abner dan menghimpunkan seluruh rakyat, ternyata sembilan belas orang dari anak buah Daud hilang termasuk Asael.
Tetapi anak buah Daud menewaskan dari suku Benyamin, dari orang-orang Abner, tiga ratus enam puluh orang.
Mereka mengangkat mayat Asael dan menguburkannya di dalam kubur ayahnya yang di Betlehem.
Kemudian berjalanlah Yoab dan orang-orangnya semalam-malaman itu dan sampai ke Hebron, ketika hari sudah terang.

Perenungan:
Peristiwa yang ditulis setelah Daud diurapi menjadi raja oleh bani Yehuda adalah sebuah perang saudara yang dipicu oleh tindakan bodoh dari seorang Abner, yang adalah panglima raja Saul yang baru saja meniggal dalam perang melawan Filistin.

Abner adalah seorang ksatria yang hebat, ia adalah seorang ksatria yang hebat dalam berperang dan diangkat menjadi panglima raja Saul
Namun dalam nats di atas ada beberapa tindakan bodoh yang dilakukan olen Abner, sbb:

  1. Abner mengangkat Isyboset, anak Saul untuk menjadi raja Israel.
    Ada beberapa kemungkinan alasan Abner melakukan hal tersebut.
    a. Abner ingin loyal atau terlihat sepertinya loyal kepada raja Saul, sehingga ia mendukung kepemimpinan dinasti Saul.
    b. Abner ingin tetap memiliki pangkat sebagai panglima yang berkuasa, karena bila ia mendukung alih kepemimpinan kepada Daud, maka Yoab lah yang akan menjadi panglima raja, dan ia menjadi orang yang ke sekian, atau malah disingkirkan karena telah belasan tahun Saul memburu Daud… dan… Abner ada di situ.
    c. Abner ingin menjadikan Isyboset sebagai raja boneka, di mana di belakangnya dirinyalah yang memegang kuasa.
  2. Abner menantang anak-anak muda pengikut Daud untuk berduel satu lawan satu dengan pengikut Abner, untuk ditonton oleh yang kebih tua (2 Samuel 2:14).
    Mungkin Abner berpikir tantangannya itu hanya sebagai hiburan, seperti tontonan WWE Smackdown (World Wrestling Entertainment), atau untuk unjuk kekuatan mengingat suku-suku yang menjadi pengikut Isyboset yang didukung Abner jauh lebih banyak daripada pengikut Daud.
    Hal itu juga dilakukan Abner karena kesombongannya, dan sesungguhnya ia tidak mengetahui bahwa pengikut Daud adalah orang-orang yang hebat, ksatria-ksatria yang tangguh..
    Dan selama belasan tahun dalam pelarian, Daud mentransformasi banyak orang-orang dari para pecundang, orang-orang terbuang menjadi para pahlawan yang gagah perkasa,

Sebenarnya Abner sudah tahu benar bahwa Daud lah yang telah ditetapkan Tuhan untuk menggantikan Saul menjadi raja Israel (2 Samuel 3:9-10).
Namun ia dengan sengaja mengambil keputusan dan pilihan yang bertentangan dengan kehendak dan rancangan Tuhan.

Dan apa akibatnya?
Sesuatu yang tak terbayangkan dan mengerikan!……Terjadi perang saudara!
Ratusan orang terbunuh dalam 1 hari hanya karena kesombongan & kebodohan seorang Abner.

Keputusan seorang pemimpin yang tidak takut akan Tuhan, yang mendasarkan keputusannya pada kehendak & kepentingan diri sendiri dan berlawanan dengan kehendak Tuhan, dapat mengakibatkan dampak yang buruk & merusak bukan hanya untuk orang tersebut tapi bisa berdampak pada orang-orang yang dipimpinnya.

Aplikasi:*

  1. Mari cek apakah keputusan kita sudah selaras dengan kehendak Tuhan, atau masih memprioritaskan pada kepentingan kita.
    Dalam memilih pasangan hidup, pekerjaan, usaha, dan aspek lainnya.
  2. Mari cek adakah keputusan yang didasarkan pada kesombongan, sehingga berdampak merusak orang-orang di sekitar kita?
  3. Mari arahkan pandangan pada rencana Tuhan, selaraskan kehendak dan keinginan kita dengan kehendak Nya. Mendukung kepentingan kerajaan sorga, bukan kerajaan dunia atau kerajaan diri kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here