Diluputkan Oleh Tuhan

0
10

Oleh : IL

Bacaan: 1 Samuel 23, 25, 27, 29

Menarik sekali…..
ketika membaca peristiwa demi peristiwa yang dialami oleh Daud, sebelum menjadi raja, ketika dikejar-kejar oleh raja Saul…
berkali-kali Tuhan meluputkan Daud.

  1. Diluputkan dari musuh
    1 Samuel 23:14-29 menuliskan tentang peristiwa di mana Tuhan meluputkan Daud dengan caraNya yang luar biasa…
    Setelah berkali-kali berhasil lolos dari kejaran Saul, suatu ketika Daud berada di padang gurun Maon, dan ada yang melaporkan lokasi keberadaannya secara spesifik kepada raja Saul…
    Raja Saul mengerahkan seluruh kekuatan tentaranya untuk menangkap Daud, Daud melarikan diri ke pegunungan..
    sampai di satu titik Daud berada di sisi gunung yang satu, dan Saul beserta tentaranya di sisi yang bersebelahan….
    Kali itu Daud dan orang-orangnya sudah benar-benar terkepung… terperangkap… terjepit!
    dan saat itu tidak ada jalan untuk melarikan diri atau bersembunyi dari kejaran Saul dan tentaranya.
    nyawanya sudah di ujung tanduk… dan kemungkinannya 100% pasti tertangkap oleh raja Saul!

Namun yang terjadi….
tiba-tiba ada seorang suruhan menghadap raja Saul dan memberitahukan bahwa orang Filistin sedang menyerbu Israel!
Dan Saul menarik pasukannya untuk menghadapi serangan bangsa Filistin.

Wuiihhhh…..
Apakah itu kebetulan?…
Tentu tidak!
Perikop 1 Samuel 23:14-29 tentang keluputan yang dialami Daul diawali dengan sebuah statement yang sangat jelas…
tetapi Allah tidak menyerahkan dia (Daud) ke dalam tangannya. (Saul) (1 Samuel 23:14)
Wowww…..

Berapa lama Daud dikejar-kejar oleh raja Saul?
Ternyata lebih dari 10 tahun! Bahkan ada yang memperkirakan sekitar 14 atau 15 tahun.
Daud yang sebetulnya adalah pahlawan Israel, yang begitu besar jasanya terhadap kerajaan Israel…
diperlakukan sebagai penjahat, buronan kerajaan yang layak untuk ditangkap & dibunuh.
Bahkan Daud dikhianati oleh penduduk Kehila yang telah ditolong oleh Daud..
penduduk Kehila melaporkan keberadaan Daud kepada raja Saul..
demikian juga di mana Daud tinggal atau bersembunyi..
ada saja orang-orang yang memberitahukan kepada raja Saul tempat keberadaan Daud….

Namun…..
Tuhan lah yang menjadi pembela Daud…
Tuhan lah tempat perlindungan Daud!
Tak sekalipun Tuhan menyerahkan Daud ke dalam tangan raja Saul yang mengejar-ngejar Daud dengan beribu-ribu pasukan.

1 Samuel 23:14
Maka Daud tinggal di padang gurun, di tempat-tempat perlindungan.
Ia tinggal di pegunungan, di padang gurun Zif.
Dan selama waktu itu Saul mencari dia, tetapi Allah tidak menyerahkan dia ke dalam tangannya.

Inilah salah satu mazmur Daud yang ditulis ketika ia bersembunyi di dalam goa.

Mazmur 142:5
Aku berseru-seru kepada-Mu, ya TUHAN, kataku:
“Engkaulah tempat perlindunganku, bagianku di negeri orang-orang hidup!”

  1. Diluputkan dari melakukan kesalahan fatal
    1 Samuel 25 menuliskan saat-saat Daud dalam pelarian, dalam situasi yang sangat tidak menyenangkan, Daud dihina, tidak dihargai oleh Nabal, pengusaha bulu domba yang secara tidak langsung telah diberikan jasa perlindungan oleh Daud dan orang-orangnya.
    Daud hampir saja membalas perlakuan Nabal dengan memerangi dan membunuh semua laki-laki yang bersama-sama Nabal…..
    sebuah tindakan yang minta keadilan, namun hal itu merupakan kesalahan fatal yang akan disesali.
    Saat itu Tuhan meluputkan Daud, dengan mengutus Abigail, isteri Nabal untuk memperingatkan Daud.
    Daud segera sadar, dan mengurungkan niatnya melakukan pembunuhan kepada orang-orang laki-laki yang tidak bersalah yang ada di sekitar Nabal, di mana hal itu akan menjadi hutang darah, sebuah track record cacat bagi Daud seorang yang Tuhan urapi untuk menjadi raja Israel menggantikan Saul.
    Luar biasa!
    Tuhan sebagai Bapa yang menegur, memperingatkan untuk meluputkan anak-anakNya dari bertindak salah!
  2. Diluputkan dari keadaan terjepit
    Suatu ketika Daud yang telah berkali-kali nyaris tertangkap oleh raja Saul.
    Daud berpikir bahwa pada akhirnya ia akan tertangkap oleh raja Saul, maka ia memutuskan untuk lari ke wilayah musuh..
    Seperti pepatah yang mengatakan bahwa tempat yang paling berbahaya adalah tempat yang paling aman.
    Dalam 1 Samuel 27 diceritakan bahwa Daud memutuskan untuk pergi ke wilayah Filistin, dengan tujuan agar Saul berhenti mengejarnya.
    Daud mencari perlindungan pada Akhis, raja orang Filistin.
    Selama berada di wilayah musuh, Daud tetap melakukan peperangan Tuhan, ia menyerang daerah-daerah musuh Israel.
    Namun di hadapan raja Akhis, Daud bertindak seolah-olah sudah menjadi musuh Israel, dan Daud seolah-olah memerangi wilayah-wilayah Israel.
    Suatu ketika, raja Akhis mengajak Daud untuk bersama-sama raja-raja Filistin lainnya berperang melawan Israel.
    Bayangkan….
    Kepura-puraan Daud diuji….
    Itu menjadi dilema bagi Daud.
    Daud diajak untuk berperang melawan bangsanya sendiri!
    Dan Daud tidak berani menolak karena akan dianggap tidak setia.
    Kali ini Tuhan bekerja meluputkan Daud dari perang yang Tuhan tidak kehendaki.
    Raja-Raja Filistin tidak mempercayai Daud dan menolak Daud ikut bersama-sama mereka. (1 Samuel 29)
    Puji Tuhan! Saat keadaan terjepit, Daud diluputkan!

Aplikasi:

  1. Menyadari bahwa Tuhan sanggup meluputkan, sanggup menyelamatkan,
    bahkan di saat fakta menunjukkan sama sekali tidak ada jalan.
    Mari bangun iman percaya kita kepada Tuhan, berserah penuh kepada Tuhan
    dan terus membangun kehidupan yang benar di hadapan Tuhan,
    karena Tuhan meluputkan orang-orang yang berkenan kepadaNya.

Mazmur 22:8
“Ia menyerah kepada TUHAN;
biarlah Dia yang meluputkannya,
biarlah Dia yang melepaskannya!
Bukankah Dia berkenan kepadanya?”

  1. Menyadari bahwa Tuhan juga sanggup meluputkan hambaNya dari melakukan kesalahan fatal, dari melakukan dosa dan kejahatan.
    Namun perlu kepekaan menangkap peringatan Tuhan, dan perlu kerendahan hati untuk mau menerima teguran dan peringatan Tuhan lewat siapa pun yang Tuhan utus, mungkin orang yang tidak kita sangka-sangka.

1 Samuel 25:39a
Ketika didengar Daud, bahwa Nabal telah mati, berkatalah ia:
“Terpujilah TUHAN, yang membela aku dalam perkara penghinaan Nabal terhadap aku dan yang mencegah hamba-Nya dari pada berbuat jahat.

  1. Menyadari bahwa ketika kita melakukan perang Tuhan, maka Tuhan sanggup meluputkan dikala kita dalam keadaan terjepit.
    Seperti Daud…
    sekalipun mungkin Daud mengambil keputusan yang sepertinya tidak seperti yang seharusnya yaitu berlindung ke pihak musuh,
    namun Daud sama sekali tidak melupakan dan tidak meninggalkan panggilannya.
    Tuhan sudah mengurapi Daud untuk menjadi raja Israel,
    Daud menyadari panggilannya untuk memerangi musuh-musuh Israel.
    Ketika dalam pelariannya di Filistin, Daud tetap pada panggilannya melakukan perang Tuhan, ia hanya memerangi musuh-musuh bangsa Israel.
    Daud tidak mau memerangi bangsanya sendiri yang adalah umat pilihan Tuhan.
    Saat terjepit diajak memerangi bangsanya, Daud diluputkan oleh Tuhan.

1 Samuel 25:28b-29
…. sebab pastilah TUHAN akan membangun bagi tuanku keturunan yang teguh,
karena tuanku ini melakukan perang TUHAN
dan tidak ada yang jahat terdapat padamu selama hidupmu.
Jika sekiranya ada seorang bangkit mengejar engkau dan ingin mencabut nyawamu,
maka nyawa tuanku akan terbungkus dalam bungkusan tempat orang-orang hidup pada TUHAN, Allahmu,
tetapi nyawa para musuhmu akan diumbankan-Nya dari dalam salang umban.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here