Demikianlah Hendaknya Orang memandang Kami: Sebagai Hamba-Hamba Kristus

0
220

Oleh : IL

(BE 1 Korintus 4:1-5

Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.
Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.
Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiri pun tidak kuhakimi.
Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan.
Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang.
Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati.
Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.

Perenungan & aplikasi:

1 Korintus 4 merupakan surat dari rasul Paulus kepada jemaat Tuhan di Korintus, yang merupakan anak-anak rohani Paulus dan beberapa penginjil dan pengajar lain, antara lain Apolos.

Apa yang rasul Paulus sampaikan kepada jemaat Korintus?

  1. Agar jemaat menyadari bahwa para rasul dan para pengajar adalah hamba-hamba Kristus.
    (Ayat 1 – Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.)

Ketika seseorang menyadari bahwa seorang pemimpin rohani adalah hamba-hamba Kristus, maka:
a. Ada sikap hormat.
b. Tidak mengagung-agungkan, karena hanya Kristus yang layak diagungkan.
c. Menghargai pengajaran dan perkataan mereka, karena kepada hamba-hamba Kristus tersebut Tuhan telah mempercayakan rahasia Allah.

  1. Agar jemaat menyadari bahwa para pemimpin rohani tersebut menyandang tanggung jawab yang besar untuk membimbing jemaat dalam kebenaran
    (Ayat 2 – Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.)
    Kepada para pemimpin rohani yang Tuhan percayakan rahasia Allah, Tuhan menuntut agar mereka menjadi orang-orang yang dapat dipercaya.
    Dan bagi jemaat Tuhan juga perlu menguji apakah ajaran yang disampaikan sesuai adalah kebenaran Firman Tuhan.
  2. Agar jemaat berhati-hati untuk tidak menghakimi para hamba Tuhan
    (Ayat 3-5 – Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiri pun tidak kuhakimi.
    Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan.
    Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan.
    Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang.
    Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan,
    dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati.
    Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.)

Dari pernyataan rasul Paulus di atas bahwa ia tidak terpengaruh oleh apa yang dikatakan oleh jemaat, setiap tuduhan-tuduhan maupun pujian apa pun yang ditujukan kepadanya.
Karena bagi Paulus, yang penting adalah bagaimana penilaian Tuhan saja.
Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan.

Jemaat Tuhan dinasihatkan untuk tidak menghakimi para hamba Tuhan, termasuk juga tidak mengagung-agungkan yang satu dan kurang menghormati yang lain.
Lalu… bagaimana jika ada hamba Tuhan yang tidak benar baik dalam perilaku maulun pengajarannya?
Tetap menyerahkan kepada Tuhan, karena penghakiman adalah hak Tuhan.
Tuhan akan menyatakan segala yang tersembunyi, bahkan hal-hal di dalam hati yang hanya diketahui orang tersebut.
Ketika jemaat Tuhan memiliki sikap seperti itu, maka hal itu berkenan kepada Tuhan.

Baik para hamba Tuhan, maupun jemaat yang hidupnya berkenan kepada Tuhan, maka tiap-tiap orang.. secara pribadi, tanpa terkecuali.. tanpa ada yang terlewatkan… ia akan menerima pujian …bukan dari manusia..tapi dari Allah sendiri… Woww!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here