Oleh : IL
2 Samuel 23:1-7
Inilah perkataan Daud yang terakhir:
“Tutur kata Daud bin Isai dan tutur kata orang yang diangkat tinggi, orang yang diurapi Allah Yakub, pemazmur yang disenangi di Israel:
Roh TUHAN berbicara dengan perantaraanku, firman-Nya ada di lidahku; Allah Israel berfirman, gunung batu Israel berkata kepadaku:
Apabila seorang memerintah manusia dengan adil, memerintah dengan takut akan Allah, ia bersinar seperti fajar di waktu pagi, pagi yang tidak berawan, yang sesudah hujan membuat berkilauan rumput muda di tanah.
Bukankah seperti itu keluargaku di hadapan Allah?
Sebab Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal, teratur dalam segala-galanya dan terjamin.
Sebab segala keselamatanku dan segala kesukaanku bukankah Dia yang menumbuhkannya?
Tetapi orang-orang yang dursila mereka semuanya seperti duri yang dihamburkan; sesungguhnya, mereka tidak terpegang oleh tangan:
tidak ada orang yang dapat mengusik mereka, kecuali dengan sebatang besi atau gagang tombak, dan dengan api mereka dibakar habis!”
Perenungan:
Dalam 2 Samuel 22 dituliskan tentang perkataan Daud yang ditujukan kepada Tuhan, berupa nyanyian syukur, puji-pujian kepada Tuhan yang telah menolongnya dengan setia.
Dalam 2 Samuel 23 ini, dicatat perkataan Daud yang terakhir yang ditujukan bukan kepada Tuhan tapi kepada orang Israel dan semua pembaca, termasuk kita pada saat ini.
Ada beberapa pelajaran yang diperoleh dari perkataan terakhir dari raja Daud di atas.
1.Tentang IDENTITAS (ayat 1)
Pada kalimat pertama, raja Daud memperkenalkan diri dalam 4 cara yang sungguh-sungguh menunjukkan kerendahan hati Daud….
Sebagai raja, Daud memperkenalkan diri sebagai:
a.Daud bin Isai
Setelah sukses menjadi raja Israel selama 40 tahun, dan berhasil mempersatukan seluruh Israel menjadi kerajaan yang kuat, Daud tidak melupakan asal usul keluarganya.
Daud menyebut nama ayahnya Isai.
Sekalipun Isai pernah “melupakan” Daud, saat nabi Samuel akan mengurapi salah satu anak Isai menjadi raja.
b.Orang yang diangkat tinggi.
Apa maksudnya?
Daud menekankan bahwa ia sungguh-sungguh mengingat siapa dirinya, sebelum Tuhan mengangkatnya menjadi raja Israel, ia hanyalah seorang gembala.
c.Orang yang diurapi Allah
Daud sadar, apa yang ia telah lakukan, segala prestasi, pencapaian & keberhasilan dalam hidupnya hanyalah karena pengurapan Tuhan.
Daud sangat sadar, tanpa pengurapan dari Tuhan, ia tidak dapat berbuat apa-apa.
Peperangan demi peperangan melawan musuh-musuh Israel yang ia menangkan, adalah karena Tuhan mengurapinya.
d.Pemazmur yang disenangi di Israel.
Woww…. dari sekian banyak yang telah Daud lakukan..
Ternyata ada yang menjadi kesukaan dan kebanggaan bagi Daud lebih dari menjadi pahlawan yang gagah perkasa..
yaitu membuat & menyanyikan mazmur puji-pujian bagi Tuhan.
Mengajak seluruh umat Tuhan di Israel untuk memuji-muji nama Tuhan.
Banyak sekali mazmur yang digubah oleh raja Daud.
Baik mazmur yang dibuat pada masa kejayaan, maupun saat dalam masa kesesakan.
Bagi Daud, memuji Tuhan tidak hanya dilakukan saat keadaan baik-baik saja, namun banyak mazmur-mazmur Daud lahir saat Daud berada di ujung tanduk, saat jiwanya sangat terancam..
Daud sangat percaya…. hidupnya ada dalam tangan Tuhan.
2.Tentang FUNGSI (ayat 2-3a)
Ternyata Daud bukan hanya dipakai Tuhan menjadi raja yang memimpin umat Tuhan,
namun Daud juga dipakai Tuhan menjadi nabi Tuhan.
Di mana melalui Daud, Tuhan menyampaikan perkataanNya kepada umatNya.
Di ayat 2 dalam 4 kalimat Daud menyatakan bahwa Tuhan secara langsung, tanpa melalui orang lain telah berkata-kata kepada Daud:
- Roh TUHAN berbicara dengan perantaraanku, firman-Nya ada di lidahku; Allah Israel berfirman, gunung batu Israel berkata kepadaku
3.Tentang KEPEMIMPINAN
Daud membuat 2 pernyataan yang kontras tentang 2 tipe pemimpin:
a.Pemimpin yang memerintah dengan adil & takut akan Tuhan (ayat 3b-5)
Akan mendatangkan segala hal baik.
Dan dengan penuh keberanian, raja Daud menyatakan bahwa ia dan keluarganya telah menjalankan pemerintahan dengan adil & takut akan Allah.
Dan itu bukan karena kekuatan Daud, tapi karena Tuhan.
Dengan 2 kalimat penegasan Daud menyatakan…
Sebab Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal, teratur dalam segala-galanya dan terjamin.
Sebab segala keselamatanku dan segala kesukaanku bukankah Dia yang menumbuhkannya?
b.Pemimpin dursila (ayat 6-7)
Terjemahan Amplified menulis dalam 3 kata:
wicked (jahat)
godless (tidak takut akan Tuhan atau tidak punya Tuhan)
worthlesslives (tidak berharga hidupnya)
Pemimpin-pemimpin seperti itu digambarkan seperti duri yang dihamburkan, hanya mendatangkan hal-hal yang buruk, berbahaya dan luka, dikatakan “tidak terpegang oleh tangan, tidak ada orang yang dapat mengusik mereka”.
Namun masih bisa dikendalikan yaitu “dengan sebatang besi/gagang tombak”, dan akhir hidup mereka adalah kebinasaan bagi mereka sendiri (dengan api mereka dibakar habis!).
Kitab 1 dan 2 Samuel menuliskan tentang raja Saul dan raja Daud.
Raja Saul sekalipun mengawali dengan baik, namun secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa sebagai pemimpin, raja Saul memerintah dengan tidak adil dan tidak takut akan Tuhan.
Raja Saul mengejar Daud selama 14 tahun dan mau membunuhnya hanya karena iri hati dan takut kehilangan takhta nya.
Akhir hidup Saul sangatlah mengenaskan. Ia mati bunuh diri dengan menjatuhkan diri ke tombak karena takut menjadi tawanan musuh dan dipermainkan oleh musuh.
Raja Daud, menjadi pemimpin yang terhubung dengan Tuhan, menjadikan Tuhan sebagai Panglima, Daud memerintah dengan keadilan & kebenaran.
Dan Tuhan Allah memberikan perjanjian yang kekal kepada Daud.
Aplikasi:
1.Identitas seperti apa yang kita sematkan pada diri kita saat ini atau saat akhir hidup kita?
a.Apakah identitas diri kita, kita kaitkan dengan jabatan, kepemilikan, pencapaian-pencapaian atau karya-karya kita selama hidup yang bersifat sementara?
Ataukah identitas kita, kita kaitkan dengan sesuatu yang bernilai kekal?
yang berkaitan dg karya Tuhan dalam hidup kita…
yang sesuai tujuan dan fungsi sesuai dengan rancangan Tuhan Sang Pencipta?
b.Apakah pernyataan identitas tsb menunjukkan kerendahan hati ataukah sebaliknya?
2.Apakah sebagai orang percaya, umat tebusan Tuhan, kita dipakai menjadi perantara oleh Tuhan, menjadi orang yang menerima perkataan Tuhan, menaati dan menyampaikannya kembali kepada orang lain?
Kisah Para Rasul 1:8
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
2 Timotius 4:2
Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
3.Dalam setiap apa pun yang Tuhan percayakan, baik keluarga, pelayanan, pekerjaan, bisnis, mari bertindak sebagai pemimpin yang adil dan takut akan Tuhan, bukan dengan kekuatan kita sendiri tapi dengan hikmat & kekuatan dari Tuhan.
Sehingga keberadaan kita memberikan dampak yang baik bagi sekeliling kita, orang-orang semakin bertumbuh maju dalam segala bidang, seperti fajar di pagi hari yang memberikan sinar yang menerangi & matahari yang memberikan kehangatan & pertumbuhan.
Dan semua itu dilakukan bukan untuk kebesaran kita, atau sekedar tujuan-tujuan kemanusiaan.
Namun untuk kepentingan Kerajaan Allah, sehingga nama Tuhanlah yang dipermuliakan, bukan untuk kebesaran nama kita.
4.Di kala kita melihat ada pemimpin yang tidak takut akan Tuhan, yang tingkah lakunya dursila, percayalah bahwa Tuhan Allah Yang Maha Adil tidak akan tinggal diam.
Tuhan Allah adalah Allah yang melihat & bertindak pada waktuNya.
Sekalipun sepertinya saat ini mereka tidak terpegang oleh tangan:
tidak ada orang yang dapat mengusik mereka, sehingga mereka melakukan kesewenang-wenangan, semena-mena dan sekehendak hati mereka…
namun firman Tuhan mengatakan, “kecuali dengan sebatang besi atau gagang tombak”
Pada waktunya Tuhan, Tuhan akan menggerakan kuasa yang lebih besar untuk menghentikan mereka.
dan akhir hidup mereka adalah kebinasaan bagi mereka sendiri (dengan api mereka dibakar habis!).











