Tinggallah Di Dalam Aku

0
78

Oleh : IL

Yohanes 15:1-8
“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.
Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

Perenungan:
Perkataan Yesus di atas mengungkapkan beberapa hal penting, sebagai berikut :

  1. Yesus adalah satu-satunya Sumber yang benar.
    Satu-satunya Tuhan yang sejati. (Akulah pokok anggur yang benar).
  2. Allah Bapa mengusahakan agar kita, umatNya, menghasilkan buah-buah yang baik.
    (Bapa-Kulah pengusahanya.
    (NASB) My Father is the vinedresser.
    (TSI3) Bapa-Ku ibarat petani yang merawat pohon anggur itu.

Bagaimana caranya?
Dengan membersihkan kita.
(setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.)

Apakah yang Tuhan pakai untuk membersihkan kita?
Firman Tuhan.
Ketika Firman Tuhan disampaikan, Firman akan masuk ke dalam hati dan mengubahkan hati kita menjadi baru,
(Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.)

  1. Ada satu perintah penting yang merupakan esensi hidup orang percaya, yaitu tinggal di dalam Kristus.
    Perintah ini diberikan karena sudah dekat waktunya Yesus harus kembali ke surga.
    Hal yang wajib dilakukan oleh orang percaya adalah tinggal di dalam Tuhan.

Tuhan Yesus memberikan perintah tinggallah di dalam Aku (imperative/kata perintah) dan bukan berbuahlah di dalam Aku.
Kata “berbuah” di Yohanes 15:2 bukan kata perintah, tapi menggambarkan keadaan menghasilkan buah (present participle).
Artinya, semua ranting yang mau tinggal di dalam pokok anggur, pasti akan menghasilkan buah, dan buahnya semakin sempurna melalui proses pembersihan yang Tuhan lakukan, oleh kuasa FirmanNya.

  1. Alasan mengapa tinggal di dalam Kristus adalah suatu keharusan.
    Karena tanpa tinggal di dalam Kristus, hidup kita menjadi sia-sia.
    Mengapa?
    a. Tidak ada buah-buah yang dapat kita hasilkan.
    (Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.)

b. Tidak dapat berbuat apa-apa
Kita menjadi orang yang tidak berguna, seperti ranting pohon anggur yang kering.

(sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.)

c. Tidak dapat mempermuliakan Tuhan

d. Pengakuan kita sebagai murid Yesus tidak terbukti, karena hidup kita sama saja dengan orang-orang dunia, tidak memiliki kuasa Tuhan.
(Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”)

Kesimpulan:

  1. Ada 2 kategori orang percaya (ranting):
  • yang tinggal di dalam Tuhan
  • yang tidak tinggal di dalam Tuhan
    (tidak mencari perkataan & tuntunan Tuhan, sekalipun mendengar namun memilih untuk tidak menaatinya, hidup berjalan mengikuti kehendak & pemikiran sendiri, tidak melibatkan Tuhan ketika mengambil keputusan-keputusan dalam hidupnya).
  1. Ada konsekuensi yang sangat serius ketika seorang percaya memilih untuk tidak tinggal di dalam Tuhan, yaitu menjadi:
  • tidak bisa berbuat apa-apa (can do nothing), tidak ada kuasa sekaligus
  • tidak berguna untuk apa pun.
    Yang dimaksud adalah..
    ketika seorang percaya kepada Tuhan, namun tidak mau melekat kepada Tuhan, maka hidupnya sama sekali tidak memiliki kontribusi kepada Kerajaan Allah.
  1. Namun, ada konsekuensi yang dahsyat ketika seorang memilih untuk tinggal di dalam Tuhan.
    Ia diberikan kuasa & otoritas dari Tuhan!
    Ada support ilahi dalam kehidupannya.

(Yohanes 15:7
Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.)

Aplikasi:*
Berkomitmen untuk terus tinggal di dalam Tuhan,
mau melekat dan terhubung dengan Tuhan,
mau dengar-dengaran perkataan Tuhan,
mau taat sekalipun tidak menyenangkan kedagingan kita,
mau bayar harga.

Jangan fokus kepada bagaimana saya harus berbuah, karena kita tidak dapat menghasilkan buah dari diri kita sendiri.
Fokuslah kepada bagaimana saya tinggal di dalam Tuhan, maka dengan sendirinya buah-buah akan muncul dalam kehidupan kita.
Buah adalah hasil dari keterhubungan kita dengan Tuhan Yesus, Sang Pokok Anggur Yang Benar itu.

Yohanes 15:4
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.
Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here