Serahkanlah Kepada Tuhan

0
191

Oleh :IL

Mazmur 55 kemungkinan besar berhubungan dengan peristiwa ketika raja Daud mengalah dan pergi meninggalkan istananya di Yerusalem,
saat Absalom anaknya mengkudetanya.
Raja Daud dengan pengikut-pengikutnya pergi secara mendadak, dan belum tahu tujuannya hendak ke mana…. (lihat 2 Samuel 15:20b)
(Aku mengembara dan menangis karena cemas, karena teriakan musuh, karena aniaya orang fasik; sebab mereka menimpakan kemalangan kepadaku, dan dengan geramnya mereka memusuhi aku.)

2 Samuel 15:13-14
Lalu datanglah seseorang mengabarkan kepada Daud, katanya: “Hati orang Israel telah condong kepada Absalom.”
Kemudian berbicaralah Daud kepada semua pegawainya yang ada bersama-sama dengan dia di Yerusalem:
“Bersiaplah, marilah kita melarikan diri, sebab jangan-jangan kita tidak akan luput dari pada Absalom.
Pergilah dengan segera, supaya ia jangan dapat lekas menyusul kita, dan mendatangkan celaka atas kita dan memukul kota ini dengan mata pedang!”

2 Samuel 15:30
Daud mendaki bukit Zaitun sambil menangis, kepalanya berselubung dan ia berjalan dengan tidak berkasut.
Juga seluruh rakyat yang bersama-sama dengan dia masing-masing berselubung kepalanya, dan mereka mendaki sambil menangis.

Keadaan begitu genting karena nyawa raja Daud menjadi incaran musuh. (Hatiku gelisah, kengerian maut telah menimpa aku.)

2 Samuel 17:1-2, 4
Berkatalah Ahitofel kepada Absalom: “Izinkanlah aku memilih dua belas ribu orang, maka aku akan bersiap dan mengejar Daud pada malam ini juga.
Aku akan mendatangi dia, selagi ia lesu dan lemah semangatnya, dan mengejutkan dia; seluruh rakyat yang ada bersama-sama dengan dia akan melarikan diri, maka aku dapat menewaskan raja sendiri.*
Perkataan ini disetujui oleh Absalom dan oleh semua tua-tua Israel.

Raja Daud berdoa kepada Tuhan.
Apa isi doanya?

a. Meminta Tuhan mendengar, datang, memperhatikan & menjawab
(Berilah telinga, ya Allah, kepada doaku, janganlah bersembunyi terhadap permohonanku! Perhatikanlah aku dan jawablah aku!)

b. Mencurahkan perasaannya, ketakutannya & keinginannya untuk mencari perlindungan
(Aku dirundung takut dan gentar, perasaan seram meliputi aku. Pikirku: “Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati, aku akan terbang dan mencari tempat yang tenang, bahkan aku akan lari jauh-jauh dan bermalam di padang gurun.
Aku akan segera mencari tempat perlindungan terhadap angin ribut dan badai.”

c. Meminta Tuhan turun tangan menolong
( Bingungkanlah mereka, kacaukanlah percakapan mereka, ya Tuhan, sebab aku melihat kekerasan dan perbantahan dalam kota!
Siang malam mereka mengelilingi kota itu di atas tembok-temboknya, dan di dalamnya ada kemalangan dan bencana; penghancuran ada di tengah-tengahnya, di tanah lapangnya tidak habis-habisnya ada penindasan dan tipu.)

2 Samuel 15:31
Ketika kepada Daud dikabarkan, demikian: “Ahitofel ada di antara orang-orang yang bersepakat dengan Absalom,”
maka berkatalah Daud: “Gagalkanlah kiranya nasihat Ahitofel itu, ya TUHAN.”

Raja Daud mengalami kekecewaan yang amat mendalam karena orang yang sangat dekat dengannya, orang kepercayaannya …… mengkhianatinya dengan bersekongkol dengan Absalom melakukan kudeta terhadap raja Daud.
Hampir semua tafsiran menunjuk kepada satu orang yaitu Ahitofel,

(Kalau musuhku yang mencela aku, aku masih dapat menanggungnya; kalau pembenciku yang membesarkan diri terhadap aku,
aku masih dapat menyembunyikan diri terhadap dia. Tetapi engkau orang yang dekat dengan aku, temanku dan orang kepercayaanku:
kami yang bersama-sama bergaul dengan baik, dan masuk rumah Allah di tengah-tengah keramaian.)

Siapakah Ahitofel?
Penasihat raja Daud, nasihatnya begitu tajam dan selalu berhasil…namun pada akhirnya membelot mendukung Absalom mengkudeta raja Daud, bahkan berusaha ingin menghabisi nyawa raja Daud dengan tangannya sendiri.

2 Samuel 16:23
Pada waktu itu nasihat yang diberikan Ahitofel adalah sama dengan petunjuk yang dimintakan dari pada Allah; demikianlah dinilai setiap nasihat Ahitofel, baik oleh Daud maupun oleh Absalom.

d. Raja Daud menyerahkan pembalasan kepada Tuhan.

(Biarlah maut menyergap mereka, biarlah mereka turun hidup-hidup ke dalam dunia orang mati! Sebab kejahatan ada di kediaman mereka, ya dalam batin mereka.)

e. Raja Daud tetap yakin bahwa Tuhan pasti akan menyelamatkannya, karena Tuhan berkuasa.
( Tetapi aku berseru kepada Allah, dan TUHAN akan menyelamatkan aku. Di waktu petang, pagi dan tengah hari aku cemas dan menangis; dan Ia mendengar suaraku. Ia membebaskan aku dengan aman dari serangan terhadap aku, sebab berduyun-duyun mereka melawan aku. Allah akan mendengar dan merendahkan mereka, — Dia yang bersemayam sejak purbakala. )

Pemazmur menggambarkan pribadi yang mengkhianatinya sebagai berikut…
(Karena mereka tidak berubah dan mereka tidak takut akan Allah. Orang itu mengacungkan tangannya kepada mereka yang hidup damai dengan dia, janjinya dilanggarnya; mulutnya lebih licin dari mentega, tetapi ia berniat menyerang; perkataannya lebih lembut dari minyak,
tetapi semuanya adalah pedang terhunus.)

Ketika dalam pengungsian dengan dikejar orang-orang yang berusaha menghabisinya, Raja Daud percaya penuh kepada Tuhan Pemelihara hidupnya, Penolong & Pelindungnya yang sangat berkuasa.
Mengapa bisa demikian? Jawabannya ada di penutup mazmur ini :

Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau!
Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.
Tetapi Engkau, ya Allah, akan menjerumuskan mereka ke lubang sumur yang dalam; orang penumpah darah dan penipu tidak akan mencapai setengah umurnya. Tetapi aku ini percaya kepada-Mu.

Perenungan:

  1. Dalam hidup orang percaya, terkadang Tuhan ijinkan untuk mengalami hal-hal yang tidak dapat diatasi sendiri, hal-hal yang di luar kemampuan manusia.
    Apa yang perlu dilakukan? Meminta pertolongan pada Tuhan dan membiarkan Tuhan bertindak.

Dalam keadaan di ujung tanduk, dalam pengejaran musuh yang menginginkan nyawanya, pemazmur mempercayakan hidupnya kepada Tuhan Allahnya, ia menyerahkan kekuatirannya & tetap percaya.

  1. Di bagian akhir, pemazmur menuliskan tentang pembelaan Tuhan kepadanya.
    (Tetapi Engkau, ya Allah, akan menjerumuskan mereka ke lubang sumur yang dalam; orang penumpah darah dan penipu tidak akan mencapai setengah umurnya.)

Bukan kebetulan, kalau nasihat Ahitofel ditolak oleh Absalom..dan bukanlah suatu kebetulan, kalau seorang Ahitofel, penasihat raja yang begitu brilian, lihai & licin, akhirmya mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

2 Samuel 17:14
Lalu berkatalah Absalom dan setiap orang Israel:
“Nasihat Husai, orang Arki itu, lebih baik dari pada nasihat Ahitofel.”
Sebab TUHAN telah memutuskan, bahwa nasihat Ahitofel yang baik itu digagalkan, dengan maksud supaya TUHAN mendatangkan celaka kepada Absalom.

2 Samuel 17:23
Ketika dilihat Ahitofel, bahwa nasihatnya tidak dipedulikan, dipasangnyalah pelana keledainya, lalu berangkatlah ia ke rumahnya, ke kotanya; ia mengatur urusan rumah tangganya, kemudian menggantung diri. Demikianlah ia mati, lalu ia dikuburkan dalam kuburan ayahnya.

  1. Ada tafsiran yang menuliskan penyebab membelotnya Ahitofel adalah karena dendam kepada raja Daud akibat peristiwa Batsyeba,
    dan pembunuhan Uria.
    (2 Sam 11:3 Batsyeba binti Eliam,
    2 Sam 23:34b Eliam anak Ahitofel orang Gilo,
    2 Sam. 15:12 Ahitofel orang Gilo, penasihat raja Daud yang membelot kepada Absalom).

Apakah dendam Ahitofel menjadi sah karena kesalahan besar raja Daud tersebut?
Alkitab memperlihatkan bagaimana Tuhan sangat tidak berkenan kepada rancangan-rancangan Ahitofel sehingga Tuhan sendiri yang menggagalkannya, dan akhir hidup Ahitofel yang mati gantung diri menjadi tanda yang jelas bahwa Tuhan tidak menyetujui pembalasan dendam Ahitofel.

Aplikasi:

  1. Percayalah bahwa ketika kita setia dan taat kepada Tuhan, maka apapun yang kita alami, semua ada dalam kendali Tuhan.
    Serahkan kepada Tuhan hal-hal yang tidak sanggup kita lakukan, hal-hal yang di luar jangkauan kita, hal-hal yang begitu kita kuatirkan.
    Percayakan hidup kita kepada Tuhan, karena DIA terbukti layak dipercaya & DIA akan bertindak.
  2. Ketika ada dosa dan kesalahan orang lain kepada kita, baik itu besar maupun kecil…serahkan kepada Tuhan, jangan berniat melakukan pembalasan..karena Tuhan sangat tidak berkenan. Jangan sampai karena ingin membalas kesalahan orang lain, membuat kita lebih bersalah di mata Tuhan!

Ibrani 10:30
Sebab kita mengenal Dia yang berkata: “Pembalasan adalah hak-Ku.
Akulah yang akan menuntut pembalasan.” Dan lagi: “Tuhan akan menghakimi umat-Nya.”

Serahkanlah kekuatiran kita, hidup kita kepada Tuhan Jangan menuntut balas, karena ada Tuhan yang adil, yang akan membalas & akan menghakimi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here