Oleh : IL
2 Samuel 2:8-3:1-39
Perenungan:
Ada seorang tokoh yang diceritakan dalam nats di atas, yaitu Abner.
Siapakah Abner?
Ia adalah panglima raja Saul.
Apa yang ia lakukan setelah kematian raja Saul?
Ia mengangkat Isyboset, anak raja Saul menjadi raja atas Israel, padahal ia sudah tahu bahwa Tuhan sudah memilih Daud untuk menjadi raja Israel.
Apa yang dapat dipelajari dari seorang Abner?
- Abner tidak menghormati Tuhan.
Abner sudah tahu benar bahwa Tuhan melalui nabiNya Samuel sudah mengurapi Daud menjadi raja menggantikan Saul.
Namun Abner mengambil tindakan yang berlawanan dengan apa yang Tuhan sudah tetapkan.
Abner mengangkat Isyboset, anak Saul untuk menjadi raja. - Abner tidak sungguh-sungguh setia kepada keluarga Saul.
Raja Saul dan ketiga anaknya yang ikut berperang telah mati.
Tentu kita mempertanyakan mengapa Isyboset tidak ikut berperang dengan ayah dan kakak-kakaknya…
Saul selalu merekrut para pahlawan dan orang-orang yang gagah perkasa untuk memperkuat pasukannya (1 Samuel 14:52).
Terlihat nyata bahwa Isyboset tidak memenuhi kriteria sebagai orang yang pantas ikut berperang…. tidak sebanding dengan Yonatan dan kakak-kakaknya yang lain, yang ikut berperang bersama raja Saul.
Besar kemungkinan bahwa Abner hanya menjadikan Isyboset sebagai raja boneka.
Terlihat jelas ketika Isyboset sebagai raja menegur Abner panglimanya, Abner sangat marah dan membesarkan dirinya sebagai orang yang telah sangat berjasa dan setia kepada keluarga raja Saul…
Abner benar-benar tidak memiliki rasa hormat kepada Isyboset yang telah ia angkat sebagai raja… tidak berhenti di situ..
Abner pun mengancam dan benar-benar unjuk gigi dengan membelot ke pihak raja Daud yang saat itu hanya didukung oleh suku Yehuda.
Abner mau menunjukkan bahwa tanpa dirinya, Isyiboset tidak bisa berbuat apa-apa.
Hal ini menunjukkan bahwa ia tidak sungguh-sungguh setia kepada dinasti Saul. - Abner memiliki ambisi pribadi untuk berkuasa.
Sebagai seorang panglima raja, Abner tidak mau menyerah begitu saja kepada penetapan Tuhan bahwa takhta raja Israel telah dialihkan kepada Daud.
Ada kemungkinan Abner memiliki ketakutan bahwa ia akan dienyahkan bersama seluruh keluarga raja Saul mengingat selama belasan tahun Abner merupakan panglima raja Saul yang juga ikut memburu Daud, otomatis ia berada di pihak sebagai musuh Daud yang saat itu sudah diangkat menjadi raja atas Israel.
Atau setidaknya Abner merasa akan kehilangan jabatannya sebagai panglima tentara Israel, dan akan digantikan oleh Yoab yang telah setia bersama-sama Daud.
Abner juga memiliki ambisi pribadi untuk menjadi orang pertama di Israel.. bukankah selama ini dia lah panglima raja Saul,
orang kepercayaan raja yang telah mengikuti raja Saul selama berpuluh tahun.
Mungkin Abner merasa ia lebih pantas menjadi raja dibanding Daud yang belasan tahun hanya menjadi buronan kerajaan.
Israel terpecah sebagian mendukung raja Daud, dan sebagian mendukung dinasti Saul, dan selama itu pula Abner semakin memiliki pengaruh atas sebagian besar Israel (11 suku Israel) (2 Samuel 3:6) - Abner tidak memperoleh apa yang ia ingin raih dan rencanakan.
Saat Abner merasa sangat tersinggung ketika ditegur oleh raja Isyboset, dengan mudah ia membelot ke pihak Daud..
Mengapa Abner berani membelot ke pihak Daud?
Ada kemungkinan Abner sudah mendengar bagaimana sikap Daud kepada orang-orang yang mengaku telah membunuh Saul, dan Isyboset.
Daud malah begitu marah dan memerintahkan agar orang tersebut langsung dibunuh.
Abner melihat ketulusan hati Daud yang tidak menggunakan kekuasaanya untuk membalas dendam kepada raja Saul dan orang-orangnya.
Abner mendatangi raja Daud dengan keinginan untuk berdamai dan ia membawa kesebelas suku lain untuk mendukung kepemimpinan Daud sebagai raja.
Abner berharap raja Daud akan memberikan kepadanya jabatan penting di kerajaan Daud.
Menarik sekali…
Ketika Daud membuka tangan lebar-lebar untuk berdamai dengan Abner..
Dalam tempo tidak terlalu lama, Abner malah mati dibunuh oleh Yoab..
Dan tanpa Abner pun, seluruh rakyat dari 11 suku Israel mendatangi Daud untuk mendukung Daud menjadi raja atas seluruh Israel. (2 Samuel 5:1-3).
Abner yang merasa dirinya begitu hebat dan penting…. ternyata sangat mudah untuk mati…
Tidak ada kiprah atau jasa apa pun yang Abner berikan dalam kerajaan Daud.
Tuhanlah yang memberikan kerajaan kepada Daud, bukan Abner.
Seakan Tuhan tidak memberikan perkenananNya kepada Abner.
Abner…
seorang yang bertindak melawan rancangan Tuhan..
seorang yang merasa diri hebat dan merasa oleh jasanya ia bisa membantu rancangan Tuhan dapat terlaksana…
Ternyata begitu mudahnya Abner mati..
Bandingkan dengan Daud yang berkali-kali di ujung kematian..
Namun selalu terluput…
Mengapa?
Karena ada rancangan Tuhan yang dihidupi dalam kehidupan Daud.
Karena rancangan Tuhan bagi Daud adalah untuk menjadi raja atas Israel, menjadi alat Tuhan membawa pemulihan bangsa Israel.
Sedangkan Abner hidup di dalam rancangannya sendiri, tidak mempedulikan Tuhan, tidak mempedulikan rancangan Tuhan!
Sehingga baik hidup atau mati, Abner tidak memberikan kontribusi bagi kepentingan Tuhan.
Aplikasi:
Mari cek…
- Apakah hidup kita seperti Abner yang membuat rancangan yang bertentangan dengan kehendak Tuhan?
Apakah kita sering me-reka-reka jalan kita sendiri tanpa peduli rancangan Tuhan dan apa yang Tuhan sudah tetapkan?
Mari hidup seperti Daud..
yang menghargai apa yang Tuhan rancangkan..
Yang menghidupi rancangan Tuhan…
hidup dalam panggilan Tuhan.. - Apakah kita terkadang seperti Abner yang merasa hebat & mampu menolong agar rancangan Tuhan dapat digenapi?
Mari sadari bahwa penggenapan rancangan Tuhan adalah anugerahNya pada waktuNya…
Tuhan sanggup memberikan penggenapan janjiNya dan rancanganNya dengan kuasaNya, bukan karena kekuatan dan kehebatan kita. - Apakah ada ketakutan atau kekuatiran sehingga kita berpikir dan bertindak seperti Abner yang ingin mempertahankan apa yang telah kita raih namun bertentangan dengan apa yang telah Tuhan tetapkan.
Mari sadari bahwa…saat seseorang hidup dalam rancangan & panggilan Tuhan..
Tidak ada istilah mati sia-sia sebelum waktu Tuhan.
Ketika rancangan Tuhan belum genap dalam kehidupannya, maka ia akan diluputkan dari bahaya.
Mari berfungsi dan berkontribusi bagi kepentingan kerajaan Allah.











